SuaraBali.id - Lukisan, foto, dan beragam karya visual lainnya yang terpajang di Crisis Visual Art Exhibition, Jimbaran menyimpan ceritanya tersendiri. Mereka menyimpan makna mendalam soal krisis yang dihadapi dunia saat ini.
Dari krisis pembangunan pariwisata di Bali hingga krisis kemanusiaan di Palestina juga tersirat dalam karya-karya tersebut. Pameran ini adalah bagian dari rangkaian Jimbafest 2024 yang berlokasi di gedung Jimba Art Hall.
CEO Jimbaran Hijau yang juga penggagas proyek ini, Putu Agung Prianta menjelaskan ide pameran ini berawal saat dirinya merasa tersadar akan kondisi dunia dalam keadaan krisis. Sehingga dia ingin publik memahami kondisi yang dihadapi dunia dalam balutan seni rupa.
“Saya ingin mengangkat topik krisis, saya merasa jengah dan mengalami dunia sedang dalam krisis,” ujar Agung pada Sabtu (26/10/2024).
Selama dua bulan, Agung bersama kurator pameran ini, Yudha Bantono menggodok konsep dari pameran ini. Mereka juga turut mengajak 13 orang seniman untuk memamerkan karyanya. Dari seniman-seniman tersebut, 7 orang di antaranya merupakan seniman Indonesia seperti Made Bayak, Wayan Upadana, dan Tjandra Hutama. Selain itu, ada juga 5 orang seniman dari Australia dan seorang seniman dari Swiss.
Pameran tersebut masih akan dibuka selama sebulan ke depan hingga 26 November 2024 mendatang.
“Karya-karya itu sebetulnya diberikan kepada publik untuk memahami, ikut terlibat, mari membuat planet yang lebih baik,” ujar Yudha.
Yudha juga menjelaskan jika karya-karya tersebut menjadi pengingat tidak hanya bagi masyarakat, namun juga bagi pemimpin yang daerahnya dihantui krisis. Makna karya yang menyisipkan makna krisis sampah plastik, air bersih, pembangunan pariwisata juga dirasakan di Bali.
Sebelum pembukaan pameran tersebut, ditampilkan juga seni rupa pertunjukkan dengan melukis dan membakar kursi. Menurut Yudha, itu juga dapat ditafsirkan sebagai pengingat bagi pemimpin Bali agar tidak hanya sekedar mencari kursi tanpa mengurus krisis yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Baru Dibuka, Museum Saka di Bali Sudah Jadi Salah Satu Tempat Terbaik di Dunia
“Kalau anda mengejar kursi tapi tidak turun ke bawah, tidak melihat realita kerusakan yang terjadi bahwa Pulau Bali adalah krisis, lebih baik kursi dihilangkan aja,” tuturnya.
Helatan konser musik Jimbafest juga masih akan berlangsung Minggu (27/10/2024) dengan menampilkan musisi nasional seperti The Adams.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
-
Setoran Parkir Cuma Rp8 Ribu per Titik, Kejari Lombok Tengah Endus 'Kebocoran' PAD
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar