SuaraBali.id - Ratusan warga Desa Adat Tegallalang, Gianyar melakukan tradisi Ngerebeg pada Rabu (3/4/24). Dalam momen Ngerebeg tersebut banyak mencuri perhatian warganet, pasalnya para warga memakai riasan yang unik hingga menyeramkan.
Momen tersebut diunggah akun Instagram @st.dharma_winangun. Terlihat jelas dalam video, puluhan warga berjalan beriring-iringan di Pura Duur Bingin.
Masyarakat berkumpul di Pura Duur Bingin untuk melakukan sembahyang bersama. Kemudian mereka keliling desa dan membunyikan baleganjur.
Penampilan para pemuda Tegallalang ini mencuri perhatian, pasalnya memakai riasan unik. Seluruh badan dan wajahnya diberi warna ungu, hijau, biru dan warna-warni.
Tak sedikit pula yang merias wajahnya bak setan. Hal ini justru semakin membuat masyarakat lainnya tertarik menyaksikan prosesi tradisi Ngerebeg.
Bahkan, tak hanya orang dewasa, anak kecil pun ikut merias tubuh dan wajahnya. Mereka terlihat kompak berjalan sambil membawa penjor yang terbuat dari pohon enau.
Untuk diketahui, penjor ini dilambangkan sebagai senjata agar makhluk halus tidak mengganggu kehidupan Masyarakat desa Tegallalang.
Tradisi Ngerebeg ini merupakan tradisi tolak bala yang hanya dilakukan di Desa Tegallalang. Ngerebeg menjadi simbol hadirnya Bhutakala dalam diri manusia.
Hal inilah yang harus dinetralisir atau ditolak oleh setiap manusia, untuk menghilangkan sifat buruk. Salah satu alasan mereka merias wajahnya dalam bentuk menyeramkan lantaran sebagai simbol sifat buruk yang ada dalam diri harus dihilangkan.
Baca Juga: Posko Lebaran di Bandara Ngurah Rai Dibuka Untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang
Menurut kepercayaan, dalam diri manusia terdapat 6 jenis musuh yang harus dinetralisir. Oleh karenanya, topeng atau riasan yang dikenakan peserta harus mewakili sifat-sifat buruk tersebut.
Warga atau peserta ngerebeg yang keliling desa itu juga membawa berbagai jenis hasil pertanian dan makanan sebagai tanda Syukur kepada dewa-dewa.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara melalui BRILink Agen Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Ke Pelosok Negeri
-
Kerja Ekstra, Gaji Dipotong: Nasib Ironis Kader Posyandu Cuma Digaji Rp150 Ribu
-
Jangan ke Pantai Dulu! BMKG Peringatkan Potensi Air Laut Pasang di Bali
-
Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa