SuaraBali.id - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menghadiri kegiatan HUT Partai Gerindra yang digelar di kawasan Sanur, Kota Denpasar, Selasa (06/02/2024).
Di hadapan para pendukungnya yang menghadiri acara tersebut, Prabowo sempat memberi arahan juga. Salah satunya adalah kala Prabowo menjelaskan potensi yang dimiliki oleh Indonesia.
Potensi khususnya Sumber Daya Alam (SDA) itu menurut pakar di seluruh dunia disebut akan menjadikan Indonesia sebagai raksasa. Prabowo mulanya menjelaskan jika Indonesia adalah raksasa yang akan bangun.
“Kita harus sadar, semua pakar dari seluruh dunia melihat fenomena bangsa Indonesia. Mereka melihat ini adalah raksasa yang akan bangun,” ujar Prabowo pada kegiatan tersebut.
Namun, sesaat kemudian dia langsung meralat pernyataannya tersebut. Dia langsung meralat dan menyebut Indonesia sebagai raksasa yang sedang bangun, bukan yang akan bangun.
“Saya ralat, saya ralat, saya tarik kembali. Kalau salah ya ralat, nggak usah malu-malu,” ujar dia.
“Kita raksasa bukan yang akan bangun, kita raksasa yang sedang bangun saudara-saudara, kita sedang bangun,” imbuh Prabowo.
Selanjutnya, Prabowo mengingatkan jika Indonesia harus tetap menjadi raksasa yang cerdas dan baik. Termasuk juga baik terhadap negara-negara tetangga yang ada di sekitar Indonesia.
Hal yang disebut sebagai kepribadian bangsa Indonesia itu menurutnya juga telah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: Partai Gerindra Bali Kumpul Puluhan Ribu Orang di Lapangan Renon
“Politik kita adalah politik menjadi tetangga yang baik bagi semua tetangga-tetangga kita. Ini adalah kepribadian bangsa Indonesia. Coba ingat, kita kan ramah sama tetangga-tetangga kita. Apalagi dengan tamu yang datang pasti kita terima dengan baik,” tutur dia.
Melanjutkan pernyataannya itu, dia juga menjelaskan identitas politik luar negeri Indonesia sebagai bebas aktif. Dengan tidak memihak terhadap blok tertentu, membuat Indonesia bisa menjadi sahabat bagi negara-negara kuat di dunia.
Prabowo menyebut Indonesia memiliki hubungan baik dengan negara besar seperti Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, India, Australia, serta negara-negara di Benua Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan.
“Dari semula politik kita adalah politik tidak mau bergabung dengan blok-blok manapun, kita adalah non blok, kita adalah non aligned, kita bersahabat sama semua kekuatan di dunia,” pungkas dia.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto