SuaraBali.id - Hari Raya Galungan menjadi salah satu perayaan penting dalam agama Hindu di Indonesia. Galungan diperingati setiap enam bulan sekali, tepatnya pada setiap wuku Dungulan.
Hari Raya Galungan diketahui untuk merayakan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (ketidakbenaran) dalam kepercayaan Hindu.
Untuk merayakannya, Umat Hindu biasanya akan memasang Penjor (hiasan bambu) di tepi jalan setiap rumahnya hingga mengirim ucapan.
Ucapan Hari Raya Galungan kali ini sedikit berbeda, lantaran menggunakan Bahasa Jawa. Berikut kumpulan Ucapan Hari Raya Galungan dalam Bahasa Jawa:
1. Sugeng Dinten Galungan. Mugi-mugi Ida Sang Hyang Widhi Wasa Paring berkah saha Katentreman.
Artinya: Selamat menyambut Hari Raya Galungan. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan keberkahan dan kerahayuan.
2. Rahajeng Rahina Galungan, mugi Gusti Ingkang Maha Agung tansah paring Rahmat dhumateng kita sedaya.
Artinya: Selamat menyambut Hari Raya Galungan, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan Rahmat anugerah kepada kita semua.
3. Mugi-mugi ing dina suci menika tansah kamenangan dharma nglawan adharma kanthi mardika saka hawa nafsu kang ala. Sugeng Dinten Galungan.
Artinya: Semoga di hari suci ini, akan selalu ada kemenangan dharma melawan adharma dalam membebaskan diri dari nafsu jahat. Selamat Hari Raya Galungan.
4. Dhumateng sederek sedaya, wilujeng dinten Galungan, mugi tansah wonten dharma ing manah kita sedaya.
Artinya: Teruntuk sanak saudaraku sekalian, selamat Hari Raya Galungan, semoga selalu ada dharma di dalam hati kita semua.
5. Sumangga kita gesang wonten ing marginipun Gusti Ingkang Maha kuwaos lan tansah enget dhateng kamenangan Dharma nglawan Adharma.
Artinya: Mari hidup di jalan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu ingat akan kemenangan Dharma atas Adharma.
Untuk diketahui, perayaan Hari Raya Galungan mengajarkan manusia untuk mengendalikan nafsu, terutama nafsu buruk.
Berita Terkait
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Desa Les: Fondasi Kolaboratif bagi Ketahanan Desa Berkelanjutan
-
Desa Sejahtera Astra Les Bali: Garam, Laut, dan Masa Depan Berkelanjutan
-
Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara
-
Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara melalui BRILink Agen Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi Ke Pelosok Negeri
-
Kerja Ekstra, Gaji Dipotong: Nasib Ironis Kader Posyandu Cuma Digaji Rp150 Ribu
-
Jangan ke Pantai Dulu! BMKG Peringatkan Potensi Air Laut Pasang di Bali
-
Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa