SuaraBali.id - Hujan sudah mulai mengguyur beberapa daerah di NTB salah satunya Kota Mataram. Meksi belum secara merata, namun hujan yang turun disambut gembira oleh warga salah satu caranya yaitu dengan mandi hujan.
Salah seorang warga Mataram, Mala mengatakan musim kemarau tahun ini dirasakan sangat panjang. Tidak hanya itu, cuaca ekstrem yang terjadi berdampak pada sakit kepala yang dirasakan.
“Alhamdulillah hujan sudah mulai turun. Tapi itu sudah beberapa hari yang lalu. Sekarang hanya rintik-rintik sebentar terus selesai,” katanya Jumat (3/11) siang saat ditemui media ini di rumahnya.
Ia mengatakan, meski baru turun sekali tapi sangat dirasakan dampaknya, tanaman sudah mulai bersemi. Hujan yang turun diharapkan membawa berkah bagi semua.
“Kita senang sekali dan semoga ini membawa berkah,” katanya.
Dia bersama keluarganya mandi hujan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesenangannya menyambut musim tersebut.
“Karena senang saya biarkan mandi hujan,” katanya.
Di balik kesenangannya karena hujan sudah mulai turun, Mala mengaku ada rasa kekhawatiran dengan kondisi tempat tinggalnya yang ada di pinggir sungai besar. Harus ada langkah antisipasi yang dilakukan sebelum hujan turun secara terus menerus.
“Kita juga harus ada antisipasi. Terutama saya yang ada di pinggir sungai besar. Kalau hujan terus-terusan harus antisipasi ekstra,” ujarnya.
Kadang-kadang sambungnya, air sungai Jangkuk yang ada di samping rumahnya meluap karena ketinggian air hingga batas maksimal. Langkah antisipasi yang dilakukan saat ini yaitu dengan bersih-bersih sungai dengan mengangkat sampah yang ada.
“Memang dari kemarin-kemarin air sungai ini kan surut sebelum hujan. Sampah banyak yang mengendap dan kami khawatir nanti begitu air datang nanti bisa meluap,” ungkapnya.
Ia berharap, hujan kembali turun lagi seperti musim-musim sebelumnya. Dimana, ketika musim tiba maka setiap hari akan turun hujan. “Kita berharap normal kembali kayak tahun-tahun sebelumnya,” harapnya.
Sementara itu, Asissten II setda Kota Mataram, Miftahurrahman mengatakan pembersihan saluran yang dilakukan tidak saja jelang musim hujan namun secara rutin dari awal tahun. Dengan melihat aktivitas masyarakat, sampah di sungai masih banyak diangkut petugas.
“Produksi sampah ini tidak bisa dihindari setiap hari. Kita saja memproduksi sampah setiap hari dan tidak bisa dihindari. Itu kondisi perkotaan,” katanya.
Sampah yang diangkut oleh petugas kata Plt Kepala Dinas PUPR ini, tidak saja yang dibuang oleh masyarakat di Kota Mataram melainkan juga kiriman. Apalagi pada musim hujan, banyak sampah yang terbawa arus sungai.
Berita Terkait
-
Persib, Ekstase Kecil di Zaman yang Tak Mudah
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
Ribuan Kendaraan Barang Terjebak Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Hati-hati! Polisi Ungkap Sindikat Haji Ilegal dengan Tarif Rp300 Juta, Begini Modusnya
-
Harta Mewah Koruptor Bandara Lombok di Bali Bakal Dilelang
-
Bukan Penjara, Kejaksaan Lombok Tengah Ubah Pelaku Kejahatan Jadi Tenaga Kerja Handal
-
Bukan Mistis, Ini Cara Keren Fadli Zon Kenalkan Keris ke Generasi Digital
-
Warga Lombok Temukan Harta Karun Keramik Kuno Saat Bongkar Makam, Videonya Viral