Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Kamis, 28 September 2023 | 09:57 WIB
Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan di tengah situasi aktifitas Gunung Agung pada level siaga di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Rabu (1/11).

Hal ini agar struktur bangunannya dapat mewakili alam sebagai simbolisme adanya keseimbangan tersebut. Masing-masing arah mata angin disebut mandala dengan dewa penguasa yang disebut “Dewa Catur Lokapala” dimana mandala tengah sebagai porosnya, sehingga kelima mandala dimanifestasikan menjadi “Panca Dewata”.

Struktur Bangunan Pura Besakih

Berikut Struktur Bangunan Pura Besakih berdasarkan konsep arah mata angin:

1. Pura Penataran Agung Besakih sebagai pusat mandala di arah Tengah dan merupakan pura terbesar dari kelompok pura yang ada, yang ditujukan untuk memuja Dewa Çiwa;

Baca Juga: HUT Ormas di Jimbaran Dibubarkan Oleh Ratusan Personel Gabungan TNI Dan Polri

2. Pura Gelap pada arah Timur untuk memuja Dewa Içwara;

3. Pura Kiduling Kereteg pada arah Selatan untuk memuja Dewa Brahma;

4. Pura Ulun Kulkul pada arah Barat untuk memuja Dewa Mahadewa;

5. Pura Batumadeg pada arah Utara untuk memuja Dewa Wisnu.

Kontributor : Kanita

Baca Juga: Daftar Alamat SiCepat Terdekat Kuta, Lengkap dengan Link Google Maps

Load More