SuaraBali.id - Guyuran hujan lebat dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Jawa dan Bali pada Jumat (7/7/2023).
Sebuah video sempat beredar memperlihatkan kondisi gelombang tinggi di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang membuat pelayaran menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Sementara itu, kondisi di Pelabuhan Gilimanuk yang juga terkena dampak cuaca buruk itu disebut masih normal.
Meski sempat hujan, Manajer Usaha PT ASDP Ferry Gilimanuk, Djumadi menjelaskan jika cuaca masih dalam batas yang mendukung untuk berlayar.
“Cuaca mendukung dan normal saat ini. Tadi sempat hujan dan angin 10 knot artinya operasi kapal normal,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat (7/7/2022).
Sementara itu, Kasatlantas Polres Jembrana AKP Ni Putu Meipin Ekayanti menyebut tidak ada dampak kepadatan lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk akibat cuaca buruk.
Dia menyebut hanya ada antrean kendaraan sepanjang 100 meter dari pintu masuk pelabuhan.
“Kalau di Gilimanuk antriannya kurang lebih 100 meter dari arah Denpasar ke Gilimanuk. Yang terupdate hari ini cuma 100 meter dari pintu pelabuhan, tidak terlalu panjang,” ujarnya.
Dia menyebut justru antrean yang terjadi kemarin lebih panjang hingga mencapai 500 meter.
Baca Juga: Penumpang dari Pelabuhan Lembar ke Padangbai Keluhkan Lama Mengapung di Lautan
Namun itu tidak disebabkan oleh cuaca buruk, melainkan kondisi air laut yang surut yang membuat kapal sulit bersandar.
Sementara itu, BMKG juga menyebut kondisi cuaca buruk hujan disertai angin kencang berpengaruh kepada kondisi gelombang di perairan Bali.
Dari data BMKG, hujan ringan hingga lebat diprediksi melanda hampir seluruh wilayah Bali disertai dengan angin yang kecepatannya mencapai 40 kilometer per jam atau sekitar 20 knot.
Alhasil, gelombang di sekitar perairan Bali mencapai ketinggian 4,5 hingga 6 meter pada hari ini.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya menyebutkan kondisi gelombang tinggi disertai angin kencang itu masih bisa dikatakan aman bagi kapal yang ukurannya lebih besar.
“Tergantung kapalnya besar atau kecil kan tergantung jenis kapalnya. Angin kan berpengaruh ke gelombang, gelombang berpengaruh ke kapal,” ujar Wiryajaya.
Berita Terkait
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Desa Les: Fondasi Kolaboratif bagi Ketahanan Desa Berkelanjutan
-
Desa Sejahtera Astra Les Bali: Garam, Laut, dan Masa Depan Berkelanjutan
-
Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara
-
Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Korban Selamat Terus Bertambah, 39 Penumpang Baru Tiba di Lembar
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, Tim SAR Temukan 5 Perahu Karet Tanpa Awak di Lokasi
-
Momentum Hari UMKM Nasional: BRI Dorong Ekonomi Desa Brilian
-
Viral Turis Dilecehkan di Pantai Lovina, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan
-
KMP Putri Yasmin Terbakar di Perairan Sekotong, Tim Gabungan Evakuasi Penumpang