SuaraBali.id - Cuaca ekstrem yang terjadi di sekitaran Balidan Lombok berdampak pada penyebarangan Lembar – Padangbai. Dua Pelabuhan penyebarangan tersebut, saat ini mengeluarkan kebijakan penutupan sementara waktu.
Para penumpang menuju Padangbai banyak yang mengeluhkan lamanya kapal mengapung di lautan.
Yogi salah satu penumpang asal Kota Mataram mengeluhkan kondisi yang terjadi. Pasalnya, dia berangkat dari Pelabuhan Lembar pada pukul 23.30 wita.
“Lego jangkar 04.00 wita di dekat pelabuhan Padang Bai. Sampai saat ini belum sandar di pelabuhan Padang Bai,” katanya Jumat (7/7/2023) pagi.
Ia mengatakan, kapal sudah berada di Pelabuhan Padangbai pada pukul 04.00 pagi, namun terjadi penumpukan kapal sehingga antre untuk bongkar muat cukup lama.
“Alasan antre bongkar di pelabuhan Padangbai kata petugasnya ke kami. Padahal jam 4 pagi kami sudah di sini,” ujarnya.
Kapal yang ditumpanginya baru bisa sandar dan bongkar muat pada pukul 13.00 siang tadi selatan berjam-jam diatas kapal. Pada kondisi normal, penyebarangan Lembar-Padangbai hanya memakan waktu selama 4-5 jam.
“Biasanya 4-5 jam, kalau sekarang dari pukul 23.30 sampai 13.00 baru bisa bongkar muat,” ungkapnya.
Koordinator Satpel Pelabuhan Penyeberangan Lembar, BPTD Kelas II NTB, Koda Pahlianus Nelson Dallo mengatakan perubahan cuaca yang terjadi di Padangbai sehingga berdampak penyeberangan kapal di Pelabuhan Lembar sempat tertunda. Penundaan penyebarangan ini tidak berlangsung lama hanya 3-4 jam.
Baca Juga: Diduga Stres Karena Cuaca Buruk di Padangbai, Penumpang KMP Terjun ke Laut
“Ada yang tiga jam, ada yang empat jam tertundanya. Setelah bongkar muat kita tunda keberangkatannya. Pagi tadi ini dan disana masih ombak pantai dan kapal yang kita lepas ini semua dibongkar disana dan masih proses di sana,” katanya.
Kapal-kapal penyebarangan di Pelabuhan kata Nelson, saat ini masih bongkar muat sehingga Pelabuhan Lembar menutup sementara penyebarangan. Tidak saja Pelabuhan Lembar, saat ini dengan kondisi cuaca yang terjadi Pelabuhan Padangbai memberlakukan kebijakan yang sama melalui surat edaran resmi.
“Kalau jam dan waktunya belum bisa kita memastikan kan. Karena cuaca kadang normal, kadang nggak,” ujarnya.
Kondisi yang terjadi sambungnya, menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang. Ia mengimbau kepada semua penumpang di Pelabuhan Lembar lebih bersabar. Meskipun tetap diberangkatkan, nantinya akan mengantri cukup lama di Pelabuhan Padangbai.
“Ada penumpang orang, kendaraan roda dua, truk juga ada. Kita dari tadi malam himbau-himbau mereka melalui pengeras suara,” tuturnya.
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
-
Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat
-
Bobby Nasution Siapkan Gudang Logistik di Nias, Jaga Pasokan Saat Cuaca Buruk
-
ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System
-
Ribuan Kendaraan Barang Terjebak Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Bukan Isu, 15 'Tuan Guru' di NTB Terseret Kasus Kekerasan Seksual Santri
-
PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?
-
Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Tutup
-
DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan