SuaraBali.id - Maraknya pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan mancanegara di Bali selama ini membuat Gubernur Wayan Koster sempat meminta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk mencabut Visa on Arrival bagi WN Rusia dan Ukraina. Baru-baru ini, Koster bahkan mengklaim jika Yasonna sudah menyetujui usulan tersebut.
Namun, Koster mengakui usulan tersebut masih terhambat oleh persetujuan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi karena dianggap diskriminatif.
“Saya sudah bicara langsung dengan bapak Menteri Kemenkumham, sebenarnya beliau setuju tapi Ibu Menlu (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi) masih memerlukan kajian, agar tidak ada kesan diskriminatif hanya melakukan pembatasan visa on arrival untuk negara tertentu saja,” ujar Koster saat pidato pada Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (19/06/2023) lalu.
Menkumham Yasonna Laoly kemudian menyangkal pernyataan tersebut, dan dia juga mengakui masih akan mengevaluasi usulan itu. Yasonna dalam kunjungannya ke Bali menyebut masih akan fokus menggunakan metode sosialisasi “do’s and don’ts” bagi wisatawan asing yang datang ke Bali.
Lebih lanjut, Yasonna menjelaskan bahwa pencabutan Visa on Arrival bagi negara tertentu akan memberi dampak bagi daerah lain.
“Yang kita lakukan pertama ini evaluasi dan dengan cara ini (sosialisasi do’s and don’ts), karena kalau kita cabut (VoA) kena semua sampai ke daerah lain. Dengan cara ini kita terus evaluasi dengan cara yang kita lakukan ini sekarang do’s and don’ts,” ujar Yasonna saat ditemui di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Kamis (22/06/2023).
Kunjungan Yasonna ke Bali memang bertujuan untuk memantau pembagian kartu do’s and don’ts kepada wisatawan asing yang datang ke Bali. Dia juga menyebut akan melaksanakan evaluasi mengenai regulasi yang lebih efektif lagi.
“Jadi evaluasi akan dilakukan secara bertahap ini kan baru dan akan ada rapat nanti dipimpin oleh bapak menko Marves untuk membahas tindak lanjut,” imbuhnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster meminta kepada Menkumham agar mencabut VoA bagi WN Rusia dan Ukraina yang datang ke Bali. Saat ini, ada 92 negara yang memiliki kerja sama dengan Indonesia soal Visa on Arrival tersebut.
Baca Juga: Gubernur Bali Ngotot Larang Wisatawan Mendaki Gunung: Yang Pikirannya Sempit, Sorry!
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali
-
Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun
-
Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, Dua Orang Dilaporkan Tertimbun
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra