SuaraBali.id - Relawan dari para bakal calon presiden RI sudah mulai menyebar di setiap provinsi di Indonesia salah satunya Pro Patria Pro Ganjar Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Relawan Ganjar Pranowo ini difokuskan pada daerah-daerah kering dukungan untuk Joko Widodo selama dua kali pencalonan.
“Sasarannya adalah daerah-daerah yang kering atau daerah gersang. NTB ini mengambil contoh pak Jokowi selalu kalah di sini,” katanya Ketua Simpul Kota Mataram Pro Patria Pro Ganjar, I Wayan Suharta Putra, Jumat (16/6/2023).
Ia mengatakan, selama pencalonan Joko Widodo sebagai Presiden RI suara yang didapatkan di NTB hanya 30 persen. Namun pada pemilihan Presiden 2024 mendatang, Ganjar Pranowo ditargetkan bisa setara atau bahkan lebih dari perolehan Joko Widodo.
“Bisa mencapai 40-45 persen lah. Karena selama dua periode pak Jokowi selalu kalah di NTB,” katanya Jumat (16/6) pagi.
Ia mengatakan, relawan Pro Patriot Pro Ganjar di tingkat pusat sudah dibentuk sebelum Ganjar Pranowo dideklarasikan sebagai calon Presiden oleh Ketua Umum PDIP Megawati.
“Ini sudah dibentuk sebelum ditetapkan. Jadi kita memang ingin Ganjar jadi presiden,” ungkapnya.
Saat ini, relawan Pro Patria Pro Ganjar sudah terbentuk di NTB. Sedangkan di kabupaten dan kota masih dalam tahap. Khusus di Lombok semua kabupaten kota sudah terbetuk.
“Kalau yang paling lengkap itu di Kota Mataram dan KLU sudah terbentuk hingga kecamatan,” katanya.
Pro Patriot Pro Ganjar optimis bisa meningkatkan perolehan suara jika dibandingkan dengan pemilihan presiden sebelumnya. Sikap optimis ini, karena Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi dari partai Perindo ikut bergabung dalam barisan.
“Harapan kita menang. Karena Perindo Pak TGB masuk ke barisannya Ganjar. Jadi harapan kita bisa menang,” harapnya.
Setelah terbentuk, kegiatan Pro Patria Pro Ganjar ditengah masyarakat yaitu dengan membantu penghijauan dan aktivitas lain ditengah masyarakat.
“Kita ikut reboisasi dan langsung yang bersentuhan dengan masyarakat,” katanya.
Relawan Ganjar ini nantinya akan ikut mengawal kedatangan salah satu kandidat presiden selama di NTB pada akhir pekan ini.
Ganjar akan berkunjung ke NTB untuk melakukan konsolidasi politik serta bertemu dengan semua relawan yang terbentuk.
“Besok (Minggu, 18 Juni red) rencananya akan datang. Hari pertama ada konsolidasi politik dan hari kedua akan bertemu dengan relawan dan berkunjung ke makam pahlawan nasional,” kata Suharta.
Berita Terkait
-
Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi
-
Jokowi Diminta Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Serahkan Keputusan ke Hakim
-
Eks Menpora Dito Sebut Yaqut Tak Terlibat dalam Pembahasan Kuota Haji Jokowi dan Arab Saudi
-
Jokowi Umumkan Kuota Haji Tambahan, Fuad Hasan Langsung Telepon Dito Ariotedjo
-
Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau