Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Kamis, 02 Februari 2023 | 14:53 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Tamblang di Buleleng pada Kamis (2/2/2023). [Istimewa]

SuaraBali.id - Gubernur Bali Wayan Koster meminta Presiden Joko Widodo mengganti nama Bendungan Tamblang di Buleleng yang baru diresmikan hari ini, Kamis (2/2/2023).

Wayan Koster meminta namanya diganti jadi Bendungan Danu Kerthi sebagai bentuk kearifan lokal. 

"Semula menggunakan nama Bendungan Tamblang, kami mohon menggunakan kearifan lokal, berkenan bapak nama yang kami usulkan adalah Bendungan Danu kerthi Buleleng," katanya.

Menurut Koster, Danu berarti sumber air sedangkan Kerthi artinya memuliakan sumber mata air.

Baca Juga: Reaksi Jokowi Saat Lihat Minyak Goreng Rp 15 Ribu di Pasar Baturiti

Dalam filosofinya, kata dia, lontar Slokantara disebutkan bahwa membangunan 1 bendungan lebih mulia dari membangun 100 sumur.

"Jadi kepemimpinan bapak itu luar biasa dalam menyejahterakan dan membahagiakan masyarakat Bali," pujinya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Tamblang di Buleleng pada Kamis (2/2/2023).

Bendungan yang dibuat sejak tahun 2018 lalu ini dibuat dengan anggaran APBN senilai 820 miliar rupiah dengan kapasitas daya tampung 5,1 juta liter detik.

"Luas genangan 29,8 hektar, bendungan ini mampu mengairi sawah seluas 588 hektar. Jadi bendungan ini dipakai irigasi sawah dan kedua untuk mengurangi banjir," kata Jokowi dalam sambutannya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Mendadak Mampir Rumah Warga di Ubud Malam-malam

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster dengan kapasitas 5 juta liter iar, Bendungan Tamblang akan mampu memenuhi kebutuhan air baku di tiga kecamatan yakni di Tejakula, Sawan, dan Buleleng.

Load More