SuaraBali.id - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru-baru ini menggelar literasi digital untuk akademisi, guru, mahasiswa dan siswa yang ada di Indonesia.
Progam edukasi tersebut dilakukan agar semakin banyak orang yang terliterasi dari tahun ke tahun, sehingga mengurangi penyebaran hoaks, berkurangnya kerugian masyarakat akibat penipuan dalam transaksi daring, terhindarnya dari pencurian data pribadi dan hilangnya budaya tidak produktif dan memicu permusuhan antar masyarakat.
Tim Literasi Digital sektor Pendidikan dari Kemenkominfo sendiri mempunyai sasaran sebanyak 250.000 orang yang akan diedukasi tentang literasi digital.
Salah satu upaya kolaborasi Kemenkominfo dan Kemendikbudristek dengan mengikuti program Matching Fund melalui platform Kedaireka.
Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, yang diwakili Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan Bambang Tri Santoso mengatakan bahwa kolaborasi Literasi Digital bagi masyarakat penting dilakukan demi percepatan target.
"Mengapa literasi digital penting untuk masyarakat karena kemajuan teknologi sudah begitu pesat. Dan kita dituntut untuk bisa mengikuti kemajuan tersebut. Oleh karena itu Kemenkominfo bekerjasama dengan Universitas Bali Internasional dan Relawan TIK berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat," kata Bambang Tri Santoso.
Melalui kolaborasi tersebut, lanjut dia, sudah ada 12 desa adat yang telah diliterasi oleh Universitas Bali Internasional dan relawan TIK melalui empat pilar literasi digital yaitu kecakapan digital, keamanan digital, budaya digital, dan etika digital.
“Perkembangan teknologi informasi di dunia terus berkembang secara masif. Itu pula yang terjadi di Indonesia dimana pengguna internetnya mencapai 202 juta pengguna,” kata dr. I Gusti Ngurah Mayun, Sp.HK, Wakil Rektor 1 Universitas Bali Internasional.
Kondisi tersebut, tentu saja mengubah gaya hidup masyarakat yang kini serba digital, sehingga semakin mudah dan praktis dalam melakukan berbagai aktivitas. Itu artinya teknologi juga dapat membantu kegiatan bisnis di era 4.0 ini.
“Dengan perkembangan internet, pelaku kegiatan usaha dituntut lebih cakap dalam menggunakan ruang digital. Ini menjadi sebuah tantangan bagi pelaku usaha di Industri 4.0. Karenanya kita harus cakap dalam menggunakan internet untuk para pelaku usaha Industri 4.0 ini,” ujar I Gusti Ngurah Mayun.
Baca Juga: Anak Muda ini Dulu Kuli, Sekarang Sukses Jadi Pengusaha Digital, Inspiratif!
Karena dituntut kecakapan dalam menggunakan teknologi di era digital, maka kata I Gede Putu Krisna Juliharta, Ketua Relawan TIK Provinsi Bali, masyarakat termasuk pelaku usaha perlu mengenal jenis-jenis transaksi digital, risiko transaksi digital serta tips dan trik transaksi digital yang mudah dan aman.
Kolaborasi Program Literasi Digital antara Kemenkominfo dan Kemendikbudristek ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi dan diluncurkan oleh Kemenkominfo pada 20 Mei 2021, dan dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
-
Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data
-
Jelang Diresmikan Prabowo 10 November, Perlinsos Digital Sudah Jangkau 17 Juta KK
-
Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas
-
Garmin Pamerkan Inovasi Kesehatan Digital Terbaru dalam Garmin Health Summit 2026 di Bangkok
-
Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali