SuaraBali.id - Gempa bumi mengguncang Lombok beberapa tahun silam. Rupanya masih menyimpan cerita, salah satunya dari pembuat berugak atau gazebo, Amaq Baharuddin.
Ia memiliki cerita saat membuat berugak yang dimodifikasi untuk rumah hunian sementara.
"Dulu kami bawa berugak sekitar 180 unit ke Lombok Utara yang dimodifikasi seperti rumah-rumah untuk korban gempa", aku Baharuddin disela-sela membuat berugak, Selasa (22/11/2022).
Pria asal Dusun Bujak, Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng) ini menyebut jika berugak-berugak yang dibuatnya untuk korban gempa Lombok tahan gempa, ringan, dan tentunya murah. Di sisi lain, berugak-berugaknya juga dapat dibongkar-pasang
"Jadinya mudah kalau dibawa nanti sampai lokasi tinggal dipasang lagi", tambahnya.
Saat ini, berugak-berugak miliknya dipesan mulai dari Lombok, Sumbawa hingga Pulau Bali. Untuk harga lokal, masih seputaran Lombok dibandrol Rp 3,5 juta dan untuk luar pulau, seperti Pulau Bali dihargakan sekitar Rp 5,5 juta.
"Alhamdulillah dipesan sampai luar Lombok,” aku pria yang berprofesi sebagai pembuat berugak selama tujuh tahun ini.
Berugak yang dibuatnya menggunakan bahan baku bambu-bambu pilihan yang berasal wilayah utara Lombok Timur (Lotim). Sebab dalam pembuatannya tidak menggunakan bambu-bambu yang biasa.
"Bambu-bambunya pilihan semua", ujarnya.
Hingga kini pesanan berugak terus berdatangan dan banyak dipesan oleh pengusaha rumah makan, kantor pemerintah dan kantor dewan, serta kantor gubernur.
"Karena atap tidak menggukan genteng makanya gak panas mungkin itu salah satu alasan mereka pesan,” pungkasnya.
Kontributor: Toni Hermawan
Berita Terkait
-
Gempa M 5,9 Guncang Jakarta: Perjalanan KRL Sempat Dihentikan
-
Gempa Guncang Laut Jakarta, Kenapa Tidak Terasa di Wilayah Ibu Kota?
-
Pulihkan Dampak Gempa NTT, Operasional Dapur Umum dan Donasi Pangan Sasar Warga Flores
-
Di Hadapan Bencana, Negara Harus Bicara tentang Mitigasi dan Tanggung Jawab
-
Indonesia Diramal Gempa M9 Akhir 2026, Eks Kepala BMKG: Kalau Terjadi Itu Kebetulan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri