SuaraBali.id - Khusus untuk delegasi G20 yang dirujuk RS Bali Mandara tak perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu seperti masyarakat umum. Mereka bisa langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Biasanya pasien umum lewat lobi, lalu pendaftaran, kemudian ke poliklinik, baik di lantai dua, lantai satu. Sedangkan alur untuk KTT G20 ini khusus nanti lewat IGD," kata Plt. Direktur RS Bali Mandara dr. Ketut Suarjaya, Kamis (10/11/2022).
Cara ini dimaksudkan supaya delegasi G20 dapat langsung mengakses IGD, mengingat umumnya mereka akan dirujuk jika dalam keadaan darurat.
Alur tersebut juga dirangkai untuk mengantisipasi jika RS Bali Mandara penuh di hari tersebut, karena selama puncak G20 tak ada penutupan bagi masyarakat umum.
"Kami tetap jalankan layanan lainnya karena alur pasien berbeda, kecuali yang IGD tentu ada pemisahan di sana. Tapi kalau yang umum biasanya melalui jalur pendaftaran di depan, karena IGD dengan pendaftaran itu berbeda jalurnya," ujar Suarjaya.
Adapun delegasi G20 yang dibawa dalam keadaan darurat maka RS Bali Mandara telah disiapkan dokter spesialis khususnya anestesia selama 24 jam di IGD.
"Dari sana (IGD) aksesnya bisa ke ruang operasi lantai dua atau ICU, kemudian ruang rawat inap lantai empat. Itu kami sudah bangun alurnya sehingga tidak akan tercampur dan tetap memberikan pelayanan kepada semua masyarakat tidak hanya untuk G20 saja," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali itu.
Sudah Disiapkan Sejak Lama
RSBM merupakan rumah sakit rujukan yang merupakan satu dari tujuh rumah sakit rujukan bagi delegasi G20. Fasilitas dan keperluan lainnya sudah dipersiapkan sejak Januari 2022.
Baca Juga: Ketua DPRD Bali : Saya Titip Brimob Sikat Saja Kalau Ada yang Mengacaukan Kantor DPRD Ini
"Kami sudah siap 100 persen. Bulan Januari sudah mulai dipersiapkan sehingga hal-hal kecil yang perlu ditambahkan kami tambahkan, seperti ruang dekontaminasi, ruang rawat inap juga karena VVIP harus terstandar," ujarnya.
Di RS Ini juga sudah disiapkan tenaga medis seperti 77 dokter spesialis, 32 dokter umum, 495 perawat hingga bidan dan tenaga kesehatan pendukung lainnya.
Mereka juga memiliki 207 tempat tidur yang disiapkan sebanyak lima untuk delegasi VVIP, dan tambahan 11 tempat tidur untuk VIP, juga terdapat ruang isolasi terkait COVID-19.
Rumah sakit rujukan itu juga didukung dengan 12 ICU dan ICCU yang diatur untuk delegasi yang mengalami gangguan kesehatan, dan persiapan-persiapan tersebut telah dikoordinasikan secara rutin dengan Kementerian Kesehatan.
Selama perhelatan KTT G20, RS Bali Mandara juga dilibatkan sebagai tim survailans serta pemeriksaan COVID-19 bersama enam rumah sakit lainnya.
Di luar rumah sakit, Suarjaya mengutus dua tim di lokasi G20 yaitu di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan venue kawasan Nusa Dua yang diisi ICU mini dengan dokter spesialis jantung, anestesia, spesialis dalam, spesialis bedah, dan perawat. Mereka dibekali ambulans dan bersiaga selama tujuh hari dalam 24 jam. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Chatib Basri Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat Gubernur PFII, Prabowo Segera Tentukan Pilihan
-
IDI Desak Audit RS dan BPJS Usai Tragedi Yusrizal: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Diefisiensi
-
Pasien Menunggu 8 Jam di IGD Jadi Alarm Perbaikan Layanan Rumah Sakit
-
Kemenkes soal Komentar Nakes ke Mendiang Yusrizal: Empati di Medsos Bagian dari Profesionalisme
-
Susuri Rute Eksotis Sanur, Ribuan Pelari dari 13 Negara Bersaing di CK Run 2026
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga
-
Likuiditas Makin Solid Berkat Dana SAL, BRI Siap Perluas Kredit UMKM
-
Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya
-
Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah