SuaraBali.id - Tragedi Pesta Hallowen di Itaewon berubah menjadi tragedi yang mengerikan setelah 155 orang kehilangan nyawa dan lainnya mengalami luka-luka.
Hingga saat ini masih banyak warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya setelah adanya tragedi Halloween Itaewon, Seoul Korea Selatan terjadi pada Sabtu 29 Oktober 2022 malam.
Ada ribuan laporan kehilangan yang masuk dalam telepon pengaduan sehingga tragedi tersebut begitu memilukan.
Sedangkan seorang pria menceritakan peristiwa nahas yang dialami putrinya pada petugas setempat.
Dilansir dari Reuters, pria tersebut tak mau disebut namanya. Namun ia menjadi saksi mata melihat putrinya tersungkur ke tanah dan begitu lemas mendengar penjelasan petugas yang menyatakan putrinya telah meninggal dunia.
"Berita ini datang seperti sambaran petir dari langit biru," terangnya dikutip Hops.id--jaringan Suara.com dari Reuters pada Senin (31/10/2022).
Dengan duka yang mendalam, pria tersebut kemudian membawa jenazah sang putri yang baru berusia 20 tahun itu dari rumah duka di Seoul.
Ia dan keluarga besarnya akan membawa jenazah gadis itu ke kampung halamannya di luar Seoul dan melangsungkan prosesi pemakaman.
Namun demikian, pejabat setempat memastikan para korban akan mendapatkan bantuan mulai dari biaya pengantaran jenazah hingga pemakaman.
Kendati belum dapat dipastikan kapan waktu pemberian bantuan berupa dana untuk keperluan para korban Halloween Itaewon.
Seorang pejabat dari Pemerintah Metropolitan Seoul mengatakan kepada keluarga perempuan muda itu bahwa rencana untuk membantu keluarga korban masih dibahas.
“Menyedihkan dan sulit untuk menginformasikan bahwa rencana bantuan bagi keluarga korban belum diputuskan," kata pejabat itu.
Bahkan bagi keluarga yang ingin melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian para korban pemerintah setempat siap memfasilitasi.
Rata-rata para korban memang berasal dari luar Seoul sehingga butuh waktu untuk melakukan identifikasi jenazah untuk terhubung dengan keluarga korban.
Selain pria tersebut, masih banyak para orang tua dan sanak saudara yang mencari keberadaan anggota keluarganya yang hilang setelah mengikuti festival Halloween Itaewon.
Berita Terkait
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Menkeu Suahasil Mau RI Belajar dari Korea Selatan demi Jadi Negara Maju
-
Amerika Serikat Pakai Senjata Nuklir Bela Jepang dan Korsel Kalau Terjadi Perang
-
3 Tentara Luka Parah Kena Ledakan Ranjau di Zona Demiliterisasi Korea
-
Ada Sabotase? Lagu Korut Diputar Saat Tim Hoki Korsel Tanding, Panitia Asian Games 2026 Minta Maaf
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
BRI Money Changer Mudahkan Nasabah Tukar Valas di Lokasi Terdekat
-
Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Ponpes di Lombok Bertambah Jadi 16 Orang, Ini Modusnya
-
Membara! Begini Kondisi Terkini Kebakaran Hutan di Jalur Gunung Rinjani
-
9 Tahun Wajib Pakai Busana Adat Bali, Ini Hasilnya
-
Tim Gabungan di Lombok Timur Sisir Puluhan Pondok Pesantren