SuaraBali.id - Setelah adanya pencabutan kasus KDRT Rizky Billar di kepolisian, Lesti Kejora jadi bulan-bulanan warganet yang geram dengan aksinya tersebut.
Banyak yang kecewa Lesti Kejora mencabut laporan kepada suaminya yang telah berbuat kasar tersebut.
Salah seorang penggemar yang tak suka dengan keputusan Lesti Kejora itu ialah seorang nenek pemilik akun TikTok @oma_ubud.
Nenek-nenek ini bahkan menghina masa lalu Lesti Kejora hingga menyamakannya dengan mediang Mpok Nori.
Video nenek-nenek itu pun viral di media sosial, hingga sang nenek mendapat kritik pedas dari para penggemar pasangan Lesti Kejora dan Rizky Billar (Leslar).
Karena viralnya tersebut akhirnya sang nenek tersebut banjir kritikan, ia pun mengunggah video permintaan maaf di TikTok pada Minggu (23/10/2022).
"Kepada seluruh netizen, penggemar keluarga, terutama Lesti Kejora serta keluarga besar almarhum haji Mpok Nori. Terkait dengan video saya yang viral di TikTok, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan saya telah menghina dan menghujat Lesti di video itu," tutur @oma_ubud.
Nenek tersebut mengaku khilaf dan mengungkap bahwa ia sebenarnya adalah penggemar berat Lesti Kejora.
Akan tetapi ia merasa kecewa dengan keputusan sang pedangdut ketika mencabut laporannya.
"Tapi karena kasus kemarin, saya tidak berpikir akan sebesar ini dampaknya. Saya mohon maaf atas kekhilafan, kebodohan, dan ketidaktahuan saya dari lubuk hati yang terdalam. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan saya sangat menyesalinya," tandas sang nenek.
Setelah ada laporan tersebut, si nenek mengunggah permintaan maafnya, Lesti Kejora langsung memberikan respons.
"Semoga Allah selalu melindungi ibu beserta keluarga," tulis Lesti Kejora.
Komentar Lesti Kejora ini pun langsung dibanjiri balasan dari warganet.
"Demi apa dikomen Lesti, hayoo nenek," balas akun @aysha***.
"Nah, loh, dikomen dede @lestikejora, gimana oma bisa tidur gak (emoji tertawa)," imbuh akun @findie***.
Berita Terkait
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital
-
Ngemis Online di TikTok: Eksploitasi Kemiskinan Gaya Baru
-
Fenomena HopeTok di Era Digital: Kenapa Konten Positif Semakin Dicari GenZ?
-
4 Realita Tinggal di Australia yang Wajib Kamu Tahu, Pasti Seru Kayak di Tiktok?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya
-
Jokowi Hadiri CFD Kupang, Warga Teriak: Bapak Kesayangan Pulang Kampung
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar