Doa bersama yang dilaksanakan itu sepenuhnya untuk kelancaran dan kesuksesan G20 dan agar pertemuan tersebut, selain akan memberi keputusan hasil maupun manfaat bagi negara-negara yang tergabung dalam G20, juga bermanfaat bagi Indonesia dan Bali dalam rangka percepatan pemulihan pariwisata dan perekonomian.
Kegiatan serupa sudah juga pernah diterapkan pada 2018, ketika pertemuan IMF dan Bank Dunia di Pulau Dewata.
Tidak hanya Pemprov Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, juga melakukan ritual keagamaan Hindu demi kelancaran KTT G20 yang memang diselenggarakan di wilayah selatan dari Pulau Bali itu.
Pemkab Badung menyelenggarakan upacara ritual keagamaan umat Hindu Ngrastiti Bhakti yang dipusatkan di Pura Geger Dalem Pemutih, Kuta Selatan (12/10/2022), yang dilaksanakan serentak oleh seluruh komponen yang terlibat dalam KTT G20.
"Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa memberikan restu dan karunia-Nya untuk pelaksanaan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi G20 ini," ujar Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Mangupura.
Upacara Ngrastiti Bhakti itu dilakukan dengan harapan agar nantinya selama pelaksanaan KTT G20, alam semesta beserta isinya berpihak memberikan kelancaran.
Apabila kegiatan KTT G20 pada 15-16 November 2022 berjalan sukses dan lancar maka masyarakat Kabupaten Badung dan Indonesia akan merasakan dampak positif dalam sektor pariwisata dan mendapatkan citra baik di mata dunia.
KTT G20 Bali merupakan pertemuan ke-17. KTT yang berlangsung di Bali merupakan puncak dari Presidensi G20 Indonesia yang telah berlangsung dari 1 Desember 2021 hingga KTT pada kuartal keempat tahun 2022.
Masyarakat begitu antusias menyambut tamu, menyukseskan acara, sampai dengan memanfaatkan peluang yang tercipta dari gelaran internasional, khususnya KTT G20.
Baca Juga: Perayaan Hari Banyu Pinaruh di Bali
Selain nuansa Bali yang kental pada event internasional itu, persiapan teknis dan persiapan infrastruktur pendukung G20 juga dilakukan Pemprov Bali dan jajarannya secara maksimal, bahkan persiapan infrastruktur itu ditargetkan sudah 100 persen selesai pada akhir Oktober 2022.
"Yang masih kurang adalah perbaikan jalur pedestrian menuju Kempinski karena ada pemindahan kabel listrik, yang semula di atas menjadi di bawah. Namun akhir Oktober diupayakan selesai," kata Gubernur Koster.
Tidak hanya pemerintah, Ketua Komunitas Layangan Pelangi I Kadek Armika dan Wakil Umum Ketua Layangan Cerdas I Nyoman Sudita juga mengaku berkomitmen mendukung gelaran G20 dan penerapan SE Gubernur Bali Nomor 82 Tahun 2022.
Komunitas ini tidak akan menaikkan layang-layang terutama pada bulan November untuk menjaga keamanan dan keandalan kelistrikan di Bali, khususnya menyukseskan pelaksanaan KTT G20.
Semua yang dilakukan tersebut demi menyukseskan agenda KTT G20 di Bali. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
Terkini
-
Tanpa Ribet, Ini Keunggulan BRI Multiguna Pre-Approved Buat Penuhi Berbagai Kebutuhan
-
Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
-
Niat Nikahin Anak, Pria di Bali Malah Gasak Sertifikat Tanah dan BPKB Calon Mertua Senilai Rp83 Juta
-
13 Ribu Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan di Bandara Bali
-
Pecah Kepadatan Jawa-Bali, ASDP Kerahkan Kapal Jumbo Jatra I dan Portlink 0