SuaraBali.id - Zona Khusus Kendaraan Listrik selama KTT G20 akan diadakan di beberapa kawasan di Nusa Dua, Badung, Bali. Hal ini dilakukan demi mendukung komitmen negara-negara anggota untuk transisi dari energi beremisi tinggi menuju energi rendah emisi.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta menyampaikan zona khusus itu kemungkinan berlaku pada 11 November 2022 sampai dengan 18 November 2022.
Namun demikian periode berlakunya zona khusus kendaraan listrik di beberapa daerah Nusa Dua belum dapat ditetapkan, karena masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
Akan tetapi, zona khusus kendaraan listrik itu akan berlaku saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 berlangsung di Nusa Dua pada 15-16 November 2022.
Sedangkan terkait lokasinya, Samsi menyampaikan rencananya Zona Khusus Kendaraan Listrik di Nusa Dua bakal mencakup wilayah ITDC Nusa Dua, Siligita, Sawangan sampai Samabe Bali Suites & Villas di Nusa Dua Selatan.
Menurutnya lokasi pastinya sampai saat ini belum ditetapkan, karena masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Akan tetapi, daerah yang pasti masuk dalam zona adalah ITDC Nusa Dua.
Oleh karena itu, Pemprov Bali nantinya akan menyiapkan transportasi umum seperti bus bertenaga listrik dan shuttle bus di Zona Khusus Kendaraan Listrik untuk melayani kebutuhan pelintas atau masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut, kata Samsi pula.
Samsi menyebut untuk pegawai yang kantornya berlokasi di Zona Khusus Kendaraan Listrik, Pemprov Bali bakal menyiapkan kantong-kantong parkir dan mereka akan diangkut ke tempat kerja menggunakan bus.
Total ada 616 kendaraan listrik yang dipersiapkan untuk kegiatan KTT G20 di Nusa Dua, Badung, Bali. Dari jumlah itu, 493 unit mobil diperuntukkan para delegasi, sementara 123 kendaraan listrik untuk pengamanan dan operasional.
Baca Juga: Polda Bali Siapkan 300 Motor Listrik Untuk Pengamanan KTT G20
Tidak hanya itu, 290 unit motor listrik bakal digunakan oleh polisi patroli dan pengawalan (patwal) selama kegiatan KTT G20.
Demi mendukung penggunaan kendaraan listrik selama KTT G20, PLN telah menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ultra fast charging, dan pengisian daya lainnya yang tersebar di lokasi KTT G20, yaitu di The Apurva Kempinski dan di tempat-tempat delegasi menginap di Nusa Dua serta di Central Parking ITDC Nusa Dua.
“Kami sudah menyiapkan infrastruktur SPKLU, yakni 70 unit SPKLU ultra fast charging, yang mana 66 unitnya terpasang, dan 4 unit cadangan, kemudian 200 unit home charging, dan 21 unit SPKLU fast charging yang tersebar di seluruh Bali,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di sela kegiatannya di Bali pada medio Agustus 2022. (ANTARA)
Berita Terkait
-
MPV Listrik Tiga Baris Kia Carens EV Siap Dijual Resmi Pertengahan November
-
Mengisi Daya, Berbagi Cerita: Komisaris Independen PLN Menyapa Pelanggan di SPKLU Cambridge Medan
-
Pemerintah Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik dari China-Jepang
-
Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Sukamiskin Dilatih Konversi Kendaraan Listrik dan Menulis
-
Mobil Listrik Diklaim Ramah Lingkungan, Koalisi Sipil Justru Beri Rapor Merah ke Produsen Otomotif
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji
-
Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus
-
Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar
-
Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol
-
Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia