SuaraBali.id - Uji coba pendaratan helikopter darurat milik kepolisian yang disiapkan untuk penanganan peserta KTT G20 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah atau yang sebelumnya RSUP Sanglah di Denpasar, Bali.
"Pendaratan helikopter darurat dilakukan dalam rangka menyambut pertemuan G20 untuk memastikan pelayanan di RSUP Prof Ngoerah khususnya kesiapan sarana pelayanan emergency dengan transportasi udara," kata Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas RSUP Prof Ngoerah Dewa Ketut Kresna, Selasa (27/9/2022).
Dewa Kresna menyampaikan bahwa ini merupakan pendaratan perdana helikopter milik Polda Bali dalam rangka G20, sementara itu sebelumnya pendaratan di landasan milik rumah sakit tersebut sudah pernah dilakukan oleh helikopter milik BPBD dan TNI AU.
"Ini pertama dalam rangka G20. Untuk ini (uji coba lanjutan) kita tunggu informasi dari panitia G20," ujarnya.
Menurutnya, uji coba perdana ini hanya berupa pendaratan di helipad RSUP Proef Ngoerah, tak serta merta diikuti simulasi sehingga dilakukan tanpa pasien.
Landasan helikopter sendiri sudah dimiliki RSUP Prof Ngoerah sejak lama dan berada di Gedung Poliklinik Jantung Terpadu.
Menurut Kasubag Humas tersebut, helipad ini ditujukan untuk melakukan evakuasi pasien darurat khususnya kasus jantung.
Terkait kasus jantung yang ditangani RSUP Prof Ngoerah, Dewa Kresna juga menyebut bahwa rumah sakit yang terletak di Jalan Diponegoro, Denpasar, itu sudah mempersiapkan layanan bedah jantung yang ternama hingga menjadi bagian dari wisata medis di Bali.
"Seperti yang dikatakan Menteri Kesehatan, rumah sakit di Bali didorong untuk memiliki medical tourism (wisata medis), dan di RSUP Prof Ngoerah sendiri sudah mempersiapkan hal itu dan itu khususnya ada bedah jantung, kesehatan ibu dan anak, kanker dan pelayanan pusat estetik yang diharapkan akan melengkapi pelayanan di Bali," ujarnya kepada media. (ANTARA)
Baca Juga: Pelaku Pariwisata di Bali Akan Dapat Insentif Untuk Transisi ke Kendaraan Listrik
Berita Terkait
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
-
Mau Liburan Natal dan Akhir Tahun Makin Berkesan? Ini Pilihan Aktivitas Seru di Bali
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi