SuaraBali.id - Sebanyak 30 penerbang pesawat tempur di jajaran Komando Operasi Udara II TNI Angkatan Udara mengikuti latihan "Emergency Escape and Eject" yang diselenggarakan kawasan perairan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali.
Latihan tersebut diselenggarakan Koopsud II untuk meningkatkan kemampuan para penerbang tempur, khususnya saat mereka harus keluar dari pesawat menggunakan kursi lontar guna menyelamatkan diri apabila menghadapi kondisi darurat.
"Latihan ini adalah salah satu kegiatan untuk melatih penerbang tempur di bawah satuan jajaran Koopsud II saat menghadapi kondisi emergency atau darurat ketika keluar dari pesawat agar mereka memiliki pengetahuan lepas parasut sebelum mendarat di air ataupun di darat" ujar Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) II Marsekal Muda TNI Widyargo Ikoputra dalam keterangan yang diterima di Badung, Bali, Sabtu 17 September 2022.
Dalam latihan itu, para penerbang tempur, melaksanakan terbang dengan parasut parasailing ditarik dengan kapal cepat. Kemudian dengan skenario pesawat mengalami permasalahan sehingga harus dilakukan penyelamatan diri dengan kursi lontar atau ejection seat dan melakukan pendaratan.
Selain di darat, para peserta latihan juga berlatih mendarat di perairan dengan cara melepas tali pengaman parasut parasailing dan kemudian melompat di laut dengan ketinggian sekitar dua meter agar tidak terlilit parasut ketika mereka mendarat di perairan.
Penerbang tempur yang melaksanakan latihan tersebut berasal dari sejumlah skadron diantaranya dari Skadron Udara 3 Lanud IWJ, Skadron Udara 11 Lanud HND, Skadron Udara 14 Lanud IWJ, Skadron Udara 15 Lanud IWJ, dan Skadron Udara 21 Lanud ABD Saleh.
Widyargo Ikoputra menjelaskan, kegiatan latihan yang dilakukan rutin setiap tahun tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi penerbang tempur TNI AU agar tidak ragu apabila nanti menghadapi kondisi darurat yang mengharuskan mereka menggunakan kursi lontar pesawat tempur.
"Dengan latihan ini kami harapkan para penerbang tempur bisa berlatih sekaligus sebagai upaya untuk menyegarkan kembali kemampuan para penerbang tempur dalam melakukan pendaratan baik itu di darat maupun di air," ungkapnya.
Baca Juga: Cerita Lucu Jenderal, Istri, dan Ajudannya, Awas! Bisa Bikin Ngakak
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya
-
Jokowi Hadiri CFD Kupang, Warga Teriak: Bapak Kesayangan Pulang Kampung
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar