SuaraBali.id - Berbagai produk makanan dan minuman di Indonesia didominasi rasa cokelat. Rasa kedua baru keju dan Vanilla.
Hal ini diungkapkan oleh Managing Director Barry Callebaut Indonesia Ciptadi Sukono yang mengatakan bahwa produk-produk makanan ringan dan minuman masih menggunakan cokelat sebagai rasa utamanya, kemudian diikuti dengan keju di urutan kedua dan vanila pada posisi ketiga.
"Cokelat masih mendominasi rasa camilan di Indonesia. Cokelat lebih dominan di Indonesia, bahkan dark chocolate," ujar Ciptadi dalam kunjungan pabrik Barry Callebaut di Bandung, Kamis (15/9/2022).
Kendati demikian, konsumsi cokelat orang Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data Euromonitor yang dirilis Juli 2021, masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi 0,3 kg atau 300 gr per orang.
Australia berada di urutan pertama dalam konsumsi cokelat yakni 5,1 kg per orang. Sedangkan posisi kedua diduduki oleh Singapura dengan 1,1 kg per orang.
Malaysia berada di nomor tiga dengan 0,5 kg per orang. China dan India berada di urutan kelima yakni 0,1 kg atau 100 gr per orang, angka ini di bawah Indonesia.
Cokelat dianggap menjadi makanan untuk memanjakan diri. Saat suasana hati sedang buruk atau ungkapan kasih sayang, cokelat masih menjadi pilihan utamanya baik dalam bentuk cokelat langsung atau berupa minuman dan camilan.
Karena pada dasarnya cokelat adalah makanan yang diciptakan untuk semua kelas sosial. Namun, harga cokelat yang kerap dianggap mahal menjadi makanan ini sebagai camila mewah.
Barry Callebaut sebagai produsen produk kakao dan cokelat berkualitas di dunia pun menyediakan beragam produk cokelat sebagai pilihan bahan baku untuk diolah lagi menjadi makanan atau minuman yang dapat dinikmati oleh semua orang.
"Jaman dulu orang menganggap cokelat adalah makanan surga, karena dulu cuma ada cokelat premium jadi harganya mahal. Barry Callebaut menyediakan produk kakao untuk kelas bawah hingga premium, perusahaan-perusahaan ini harus pandai mengolahnya jadi apa yang diinginkan masyarakat dengan harga murah tapi rasanya tetap enak dan enggak seret di lidah," kata Ciptadi. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Keturunan Mana?
-
Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?
-
Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Kronologi Lengkap Bentrok TNI-Brimob di Labuan Bajo: Berawal Acara Syukuran, Berujung Penikaman
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Dibuka: Ribuan Wisatawan Tumpah Ruah Saksikan 'Atma Kerthi'
-
Setoran Parkir Cuma Rp8 Ribu per Titik, Kejari Lombok Tengah Endus 'Kebocoran' PAD
-
BRI Siapkan Buyback Saham Rp500 Miliar di Tengah Fluktuasi Pasar