SuaraBali.id - Seiring berkembangnya sektor pariwisata di Lombok, nvestor domestik kini mengincar Gili Petagan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dijadikan kawasan wisata taman satwa.
Bahkan nilai investasi yang akan digelontorkan oleh investor tersebut mencapai Rp400 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun tempat penginapan (resort) di darat dan resort terapung, serta permainan air.
Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nusa Tenggara Barat Mohammad Rum.
"Kawasan Gili Petagan seluas 40 hektare. Itu satu pulau, indah memang. Ada mangrove, itu yang menjadi nilai jual," kata Mohammad Rum, Minggu (5/6/2022).
Menurutnya, investor yang melirik Gili Petagan berkomitmen berinvestasi.
Buktinya adalah adanya pengajuan permohonan pada awal 2022 dan sudah melakukan survei lapangan secara langsung.
DPMPTSP NTB disebut sudah memberikan rekomendasi kepada investor tersebut. Kemudian rekomendasi itu dikirim ke Kementerian Kelautan dan Perikanan selaku lembaga yang memiliki kewenangan memberikan izin investasi.
"Rekomendasi sudah dibawa oleh investor sejak Maret 2022, sekarang bolanya ada di pusat," ujar Rum.
Bila kawasan di Gili Petagan itu dibuka tentu memberikan dampak besar bagi perekonomian daerah karena akan muncul berbagai usaha dan ribuan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, seperti jasa transportasi laut dan usaha lainnya.
Baca Juga: Kapal dari Benoa Tujuan Labuan Bajo Mati Mesin di Selat Lombok, Ini Kondisi Wisatawan di Dalamnya
Oleh sebab itu DPMPTSP NTB terus mengawal dengan memberikan pelayanan dan memfasilitasi proses perizinan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Jadi kita kawal, itu bentuk pelayanan kepada investor, kami tidak lepas mereka ketika itu bukan kewenangan provinsi, siapa pun punya kewenangan kami kawal," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Momentum MotoGP, Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Terus Meningkat
-
Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana
-
Tak Cuma Labuan Bajo, Kemenpar Kembangkan Wisata Jalan Kaki 70 Km di Flores
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan
-
Mengapa Bank Mandiri Mau Jadi Bohir Gadai Saham Haji Isam Senilai Rp73 T?
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas
-
Dari Asisten Virtual hingga BRImo, BRI Hadirkan Layanan Nasabah yang Praktis
-
Akibat Susah Dapat BBM, Pemprov Bali: Pegawai WFH dan Siswa Belajar Daring
-
Tergiur Upah Rp 800 Juta, Bule Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair 3,6 Kg ke Bali
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Penggerak Literasi Keuangan