SuaraBali.id - Quick Response Indonesia Standard (QRIS) kini sebagai alat transaksi di Pasar Sudha Merta Sidakarya, Denpasar.
Keberadaan QRIS LPD di pasar tersebut sebagai wujud integrasi ekosistem finansial desa adat di Pulau Dewata.
Salah satunya dirasakan pedagang bernama Nyoman Sudeni (45). Dia sudah berjualan di Pasar Sudha Mertha Sidakarya sejak tahun 2003.
Sebagai warga asli Desa Sidakarya, Nyoman merasakan manfaat keberadaan pasar yang direvitalisasi oleh Kementerian Perdagangan pada tahun 2014.
Menurutnya, berdagang di pasar rakyat memberi banyak kesan terutama dalam pengalaman bertransaksi dengan para pelanggannya
"Kami pernah menerima pembayaran dengan uang palsu, itupun kami masih beruntung karena yang kami terima bukan uang mainan," tutur Nyoman.
Kepala Pasar Sudha Mertha, I Made Sarja, menjelaskan, bahwa transaksi uang palsu adalah pengalaman umum para pedagang di Pasar Sudha Mertha ini.
"Dengan adanya transaksi digital melalui QRIS ini diharapkan dapat meminimalisir transaksi dengan uang palsu, terutama di Pasar Sudha Mertha ini," tutur I Made Sarja.
Ketua LPD Desa Adat Sidakarya I Nyoman Punia, SKH menyatakan dari 158 pedangang di Pasar Sudha Mertha per tanggal 4 Juni 2022 sudah ada 75 pedagang yang memasang QRIS sebagai alat transaksi mereka.
Baca Juga: BRI Menyiapkan Berbagai Promo Transaksi Menggunakan QRIS di BRImo
"Hambatan yang kami hadapi adalah para pedagang yang lanjut usia tidak bisa dengan cepat mengadopsi teknologi ini, bahkan gawai pun merea tidak memiliki dan jika memiliki mereka juga tidak bisa menggunakan," ujar Nyoman Punia.
Menghadapi hambatan ini I Nyoman Punia akan berkolaborasi dengan pihak pengelola pasar untuk melatih pelan-pelan para pedagang.
"Sehingga siapapun pedagang bisa melakukan transaksi digital meskipun itu membutuhkan waktu," paparnya.
Dihubungi di tempat terpisah Direktur Operasional Bank BPD Bali, Ida Bagus Gede Setiya Yasa memberikan apresiasinya atas pencapaian LPD Sidakarya dalam rangka percepatan pemasangan QRIS di Pasar Sudha Mertha ini.
"Melalui QRIS Bank BPD Bali adalah wujud kerja kolaborasi dalam menciptakan ekosistem keuangan digital di Bali. Kerjasama layaman digital LPD ke depan akan memperkuat distribution channel sektor keuangan mikro kecil di wilayah Desa Adat, sehingga akan memperkuat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali pasca pandemi," pungkas Ida Bagus Gede Setia Yasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Pegawai BPS Asal Sleman Ditemukan Tewas Tenggelam di Air Terjun Tembok Barak Bali
-
Polisi Ungkap Motif Mengejutkan Bocah Lompat dari Lantai 3 di Denpasar
-
Tak Gentar Meski Skuad Pincang, Johnny Jansen Bocorkan Kunci Kemenangan Bali United
-
Dilarang Bawa Sambal Terasi, Makanan Jamaah Calon Haji Disita Petugas
-
Begini Praktik Curang di Hari Pertama UTBK SNBT 2026