SuaraBali.id - Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Denpasar menggelar diskusi tentang serangan digital di tengah upaya memperjuangkan kebebasan pers, pada Sabtu (28/5/2022) malam. Diskusi ini merupakan bagian dari peringatan World Press Freedom Day (WPFD), bertempat di Rumah Makan Kubu Kopi, Denpasar - Bali.
Diskusi menghadirkan pemantik diskusi Anton Muhajir (SAFEnet_ dan Ketua AJI Denpasar Eviera Paramita Sandi. Dalam pemaparannya, Anton Muhajir mengatakan serangan digital terhadap aktivis, pegiat sosial serta jurnalis terus mengancam. Jumlah serangan pun terus meningkat.
Berdasarkan hasil monitoring dan pengaduan ke SAFEnet pada tahun 2020 telah terjadi 143 insiden digital. Pada tahun 2021 tercatat mengalami kenaikan menjadi 293 kasus.
Menurut Anton, sasaran serangan biasanya menyasar jurnalis, aktivis atau organisasi masyarakat sipil (NGO) pada saat mencuat isu- isu tertentu. “Serangan cukup marak pada saat ramai Wadas melawan misalnya, begitu juga saat ramai Omnibus Law. Tahun ini puncaknya bulan April, waktu itu ada isu tolak tiga periode Jokowi,” kata Anton.
Baca Juga: Hasil Undian Turnamen Pramusim 2022, Bali United dan Persib Masuk Grup Maut
Serangan digital menurut Anton dilakukan dengan beberapa cara, seperti Doxing dan peretasan.
Doxing adalah satu model kekerasan digital dimana pelaku menelusuri data pribadi (korban) lalu dipublikasikan tanpa izin dengan tujuan mencemarkan nama baik, termasuk untuk kriminalisasi. Sementara peretasan, pelaku coba masuk atau mengambil alih perangkat atau akun korban.
"Misalnya akun media sosial seperti WhatsApp, Facebook atau Instagram. Biasanya ada yang bersifat percobaan masuk, WA paling banyak. Contohnya pada kasus Sasmito ketua Ajindo, pelaku berhasil kuasai dua akun FB dan IG. Dugaan kami itu terjadi ketika gunakan WiFi hotel yang berisiko tinggi,” tutur Anton.
Sehingga, ia menekankan pentingnya kesadaran untuk peduli pada keamanan digital. Saat ini tidak bisa hanya berpikir secara konvensional karena tantangan aktivis dan jurnalis mengalami perubahan. Jurnalis dan aktivis perlu pembekalan keamanan digital.
“Harus jadi kesadaran bersama, belum sadar sebelum jadi korban, biasanya sudah telat. Perlu sadari itu supaya lebih tangguh,” ucap Anton.
Baca Juga: 5 Hotel Bintang 4 di Bali Buat Liburan Semakin Nyaman
Ketua AJI Denpasar Eviera Paramita Sandi dalam pemaparannya mengatakan media tempatnya bekerja sempat nyaris jadi korban peretasan. Beruntung tim IT sigap dan bias segera mengantisipasi.
Berita Terkait
-
Media Malaysia: Jordi Amat Diincar 2 Klub Indonesia
-
Media Malaysia Ribut Pemain Keturunan Indonesia-Spanyol Diincar Persib Bandung dan Bali United
-
Tol di Sumatera, Kalimantan, dan Bali Dipadati Kendaraan! Ini Pemicunya
-
Apes, Dipakai Mudik Mobil Daihatsu Xenia Malah Rusak Kena Ledakan Balon Udara
-
Bali United Rebutan Dapat Jordi Amat dengan Raksasa Liga 1 Indonesia?
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
Terkini
-
Waspadai Cuaca Laut Saat Arus Balik Lebaran: Gelombang di Selat Bali dan Lombok Capai Dua Meter
-
5 Restoran di Bali yang Cocok Untuk Acara Makan Bersama Keluarga
-
Thai Lion Air Kini Terbang dari Bali ke Bangkok, Jadwalnya 4 Kali Seminggu
-
Arus Balik dari Jawa ke Bali Mulai Meningkat, Akhir Pekan Diprediksi Jadi Puncaknya
-
7 Kolam Renang di Bali Murah Untuk Liburan Anak-anak