SuaraBali.id - 38 pemimpin dunia dan 60 menteri negara anggota G20 (20 negara) direncanakan akan hadiri pertemuan di Bali pada 15-16 November 2022. Diperkirakan ada 6.500 peserta dari 20 negara yang akan hadir dalam KTT G20 mendatang.
Jumlah tersebut belum termasuk dari media asing yang akan meliput kegiatan KTT G20. Belum lagi ajang pertemuan B20 itu dihadiri para pengusaha kelas dunia. B20 atau Business 20 merupakan forum dialog resmi G20 yang akan melibatkan sekitar 1.000 pebisnis yang merupakan delegasi dari negara-negara G20.
Ribuan peserta itu sudah tentu menjadi potensi meningkatnya angka kunjungan wisata di Bali, dan Ubud yang menjadi destinasi wisata favorit.
Karena selain menawarkan wisata keindahan alam juga terkenal sebagai wisata obat.
Nama Ubud berasal dari kata ubad (bahasa Bali) yang artinya obat. Karena di sekitar daerah Campuhan Ubud, banyak ditemukan tanaman obat untuk pengobatan secara tradisional.
Wisatawan yang datang ke Ubud umumnya untuk yoga dan meditasi. Tempat yoga sudah seperti minimarket berada di tiap sudut.
Ditambah menjamurnya restoran sehat, vegetarian, yang dibutuhkan orang-orang yang suka Yoga, meditasi dan memiliki pola hidup sehat
Apalagi peserta pertemuan G20 di Bali ini memiliki topik dan tugas yang berat. Jadi pertemuan perlu diiringi dengan wisata di sejumlah destinasi di Ubud, sekaligus menjadi obat lelah dan merelaksasi pikiran.
Inilah pilihan tempat untuk rekreasi peserta G20 di Bali :
Baca Juga: Dua Perempuan Diduga di Gianyar Diam-diam Direkam Saat Ngecor Rumah Bersama
Hutan Monyet Ubud Bali atau Ubud Monkey Forest Bali itu merupakan daerah konservasi hutan dan rumah bagi sekitar 900 monyet yang hidup di sana. Di hutan seluas 12,5 Ha ada 186 spesies pohon yang dapat dinikmati para pengunjung.
“Karena merupakan kawasan hutan jadi suasananya tenang, teduh dan nyaman bagi para wisatawan yang dapat menghirup udara segar sepuas-puasnya,” kata General Manager Ubud Monkey Forest, Nyoman Sutarjana
Pengelolaan Kawasan hutan di jantung desa Ubud ini merupakan usaha masyarakat setempat sejak tahun 1970an. Upaya itu membuahkan banyak prestasi, di antara nya menerima penghargaan Kalpataru pada tahun 2012. Jadi Ubud Monkey Forest itu merupakan BUMDes.
Setelah sukses merawat konservasi hutan, Desa Padangtegal telah membangun rumah kompos sejak tahun 2012. Rumah kompos di area Ubud Monkey Forest memiliki luas 40 are (4.000 meter persegi) akan mengolah limbah sampah rumah tangga masyarakat setempat untuk dijadikan pupuk kompos.
“Jadi rumah kompos di Kawasan Ubud Monkey Forest menjadi destinasi wisata baru, wisata edukasi, bagaimana masyarakat desa mengatasi masalah sampah yang akhirnya dapat diolah menjadi pupuk kompos,” kata Kades Desa Adat Padangtegal I Made Gendra.
Berita Terkait
-
Beli Rumah di Bali Tanpa Beban, BRI Kartu Kredit Tawarkan Cicilan 0% di Atria Trans Studio
-
Hasil Drawing League Cup 2026/2027, Persib Tak Ikut Fase Grup, Persija Melawan PSMS
-
Di Depan 35 Negara, Indonesia Serukan Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara Lebih Transparan
-
Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan
-
Arya Wedakarna Minta Semeton Jangan Salaman ke Artis yang Bikin Konten Jelek soal Bali
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Menteri Hukum: Karya 100 Persen Buatan AI Tidak Dapat Perlindungan
-
BRI Junio Bawa Nuansa Mobile Legends ke Kartu Debit, Lengkap dengan Beragam Benefit Nasabah
-
Bukan Lagi Harga Turis, Makanan UMKM di MotoGP Mandalika 2026 Dijamin Masuk Akal
-
Tas Penumpang Diaduk-aduk, Aksi Porter Bandara Ngurah Rai Sikat Uang Belasan Juta Terekam CCTV
-
BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Lombok, Termasuk Gelaran MotoGP Mandalika