SuaraBali.id - Kasus rabies di Jembrana, Bali makin mengkhawatirkan. Hal ini karena sudah terjadi 111 kasus positif rabies hingga 25 Meni 2022.
Kasus tersebut membuat 38 desa yang ada di Jembrana menjadi zona merah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sampel yang dites ke balai veteriner Denpasar tercatat sudah 111 kasus gigitan yang positif rabies.
"Data terus bergerak, karena banyak sampel yang kami kirim ke Denpasar," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama.
Melonjaknya kasus rabies di Jembrana juga tidak diimbangi dengan ketersediaan vaksin anti rabies (VAR). Saat ini stok VAR sudah menipis dan pengadaan masih menunggu alokasi anggaran pusat.
Meskipun demikian, Dinas Pertanian dan Pangan selalu berupaya semaksimal mungkin dengan mengadakan vaksinasi rabies dari anggaran APBD perubahan.
Pihaknya berharap masyarakat tetap waspada. Jika tergigit anjing segera mendatangi fasilitas kesehatan agara bisa segera mendapatkan penanganan
Berita Terkait
-
Maling Ayam Dikeroyok hingga Tewas, Mengapa Koruptor Tak Diperlakukan Sama?
-
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
-
Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul
-
Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban
-
Wamendagri Bima Arya Dorong Tiga Langkah Perkuat Ketahanan Pangan di Daerah
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!