SuaraBali.id - Terapi pasir pantai banyak dilakukan di Bali. Relaksasi dan menikmati pemandangan eksotik dengan gulungan ombak nan menggoda menjadi salah satu daya tarik di Pulau Dewata.
Salah satu pantai yang menawarkan wisata religi maupun kesehatan, adalah Pantai Munggu, Mengwi, Badung.
Ketua Pengelola Desa Wisata sekaligus Ketua Pengelola Pantai Munggu, Putu Suada mengatakan bahwa Pantai Munggu memiliki hamparan pasir cukup luas sehingga pengunjung yang bersama keluarga bisa leluasa.
Tak hanya itu pengunjung juga bisa memanfatkan pasir untuk relaksasi dan dipercaya mampu menyembuhkan beberapa penyakit.
Kendati belum ada kajian resmi soal itu, namun banyak masyarakat mempercayainya.
"Paling istimewa adalah pasir yang di Pantai Munggu memiliki kelebihan yakni bisa digunakan untuk relaksasi, penyembuhan rematik atau kelumpuhan," katanya.
Menurutnya supaya dapat berdampak maksimal, terapi relaksasi pasir dia sarankan dilakukan sekitar jam 5 sore.
"Kelebihan pasir di Pantai Munggu itu dapat menyimpan panas dan sudah diamati juga bisa menyimpan oksigen sehingga sangat baik sekali untuk melakukan relaksasi. Sementara memang belum ada kajian riil, namun akan bekerja sama dengan mahasiswa KKN yang ada di Desa Munggu," katanya sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com.
"Testimoninya juga banyak. Disarankan untuk relaksasi sebaiknya tidak datang di hari Sabtu dan Minggu karena dipadati pengunjung.
Baca Juga: Menjelang Galungan, Perajin Ceniga di Mengwi Mulai Banjir Pesanan
Tak hanya relaksasi pasir, menurutnya Pantai Munggu banyak dimanfaatkan pengunjung keluarga untuk piknik, mandi, serta rekreasi air.
Rencananya, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan salah satu penyedia paralayang motor yang diharapkan menjadi ikon di Pantai Munggu.
Saat ini, selain dikunjungi wisatawan lokal, turis mancanegara sebagian besar juga datang ke Pantai Munggu untuk berselancar karena ombaknya mendukung.
Berita Terkait
-
Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri
-
Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
-
Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kembalinya Harta Karun Sasak, Kain Tenun Berusia Seabad Lebih
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026, Bukti Nyata Dukung Olahraga Nasional
-
Kakak Adik Asal Bangli Jadi Korban KMP Virgo Transport 8
-
Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo
-
Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok