SuaraBali.id - Fasilitas sirine menjadi bagian dari sistem peringatan dini tsunami yang ditempatkan di kawasan Serangan, Denpasar, Provinsi Bali.
Sistem tersebut diharapkan dapat mendorong aksi dini untuk keselamatan warga. Hal ini disampaikan oleh Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori pada Sabtu (23/4).
Fasilitas lain yang ada di kawasan itu yaitu tempat evakuasi sementara (TES) dan rambu yang mengarahkan ke arah evakuasi. Mami mengapresiasi fasilitas yang ada sebagai bagian dari sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS). Menurutnya, Indonesia terus mengupayakan untuk memperbaharui alat peringatan dini tsunami.
Selanjutnya, penjelasan mengenai sistem tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di hadapan Mami dan Deptui Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati.
Dwikorita menjelaskan bahwa saat ini terdapat sembilan sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS) yang dioperasikan oleh pemerintah daerah setempat. TEWS yang ada di Bali menjadi back-up system untuk Indonesia Tsunami Early Warning System atau INA-TEWS.
“Sampai saat ini kita terus kembangkam teknologi untuk alat peringatan dini tsunami sehingga kita siap menghadapi berbagai ancaman bencana dengan zero victim,” ujarnya di Serangan.
Sementara itu, Mami mengungkapkan bahwa kita selalu mengupayakan untuk memperbaharui dan memperkuat alat peringatan dini untuk melindungi negara, diharapkan dengan alat peringatan dini yang baik dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat.
Tentunya alat peringatan dini tidak akan efektif tanpa respons aktif masyarakat dalam menyikapi sinyal yang diberikan.
“Tanpa aksi, early warning system (EWS) menjadi tidak ada gunanya. Mari bersama kita tingkatkan kesadaran global dalam merespons sinyal EWS sehingga masyarakat dapat terlindungi dari ancaman bencana,” tambah Mami.
Baca Juga: Jadwal Sholat dan Jadwal Imsakiyah Denpasar dan Sekitarnya Minggu 24 April 2022
Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menunjukkan aplikasi inaRISK kepada Utusan Khusus PBB.
“Aplikasi ini bermanfaat untuk melihat potensi bahaya di sekitar kita,” ujar Raditya sambil memperagakan penggunaan aplikasi kepada Mami.
Tampak pada aplikasi tersebut, kawasan Serangan memilik potensi ancaman bahaya tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi.
Fasilitas TES yang ada di tengah pemukiman warga telah dibangun sejak 2015. TES ini memiliki empat lantai sebagai tempat evakuasi masyarakat setempat ketika terjadi ancaman tsunami.
Pada salah satu pembahasan substansi Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR), Indonesia akan memperkenalkan berbagai inovasi teknologi dalam pengurangan risiko bencana, salah satunya TEWS. Tentunya dalam hal ini, pemerintah Indonesia melalui BMKG turut memperkenalkan sistem peringatan dini yang melibatkan peran aktif masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern