SuaraBali.id - Seorang gadis sebut saja namanya Mawar (16) warga salah satu desa di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, NTB ini disetubuhi oleh tiga orang pria. Hal ini terjadi karena ia terbujuk ajakan nikah lari.
Kejadian yang dialami korban ini baru diketahui orangtuanya saat temannya membuka akun media sosial korban. Orangtua korban akhirnya lapor polisi.
Sebagaimana diwartakan beritabali.com – jaringan suara.com, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Ivan Roland Cristofel didampingi Kanit PPA Polres Sumbawa, Aipda Arifin Setioko membenarkan adanya laporan tersebut.
Adapun kronologi kejadian itu berawal dari perkenalan korban dengan salah seorang terduga pelaku berinisial MW (22 tahun). Keduanya berkenalan melalui media sosial.
Setelah itu mereka berpacaran dan setelah dua minggu, muncul ajakan MW kepada korban untuk menikah lari pada 12 April lalu. Korban mengiyakan ajakan ini.
Keduanya kemudian bertemu di dekat Pertamini di salah satu desa di Kecamatan Plampang.
Keduanya bertemu sekitar pukul 20.30 WITA. Korban lalu diajak ke sebuah mess di lokasi Penggilingan Padi Desa Sepayung.
Mengingat, MW merupakan pegawai di tempat penggilingan itu.
Kepada korban, MW mengatakan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok, keesokan harinya.
Persetebuhan tersebut terjadi di lokasi ini. Dugaan persetubuhan pertama kali dilakukan oleh MW. Setelah melakukan hal itu, MW keluar kamar.
Tidak lama, muncul teman MW berinisial AS (25 tahun). Melihat korban yang belum menggunakan celana, AS langsung diduga menyetubuhi gadis tersebut.
Setelah AS selesai menyetubuhi korban, muncullah rekan MW lainnya yang berinisial Zl. Untuk ketiga kalinya, korban diduga disetubuhi.
Tidak lama, datang orang tua korban ke lokasi tersebut. Karena orang tuanya baru sadar bahwa anaknya sudah tidak berada di rumah.
Orang tua korban sempat mencari ke rumah salah seorang temannya. Barulah diketahui bahwa korban diajak menikah lari oleh MW.
Hal ini diketahui saat teman korban membuka akun media sosial korban. Selain itu, lokasi tempat kerja MW akhirnya diketahui.
Berita Terkait
-
Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa
-
Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade
-
Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial
-
Bahasa Indonesia Kreatif Gen Z: Merebut Kembali Kendali Ekspresi di Medsos
-
Sering Dengar Kata 'Slay' atau 'AFK'? Kenali 5 Karakteristik Bahasa Gaul Anak Muda
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern