SuaraBali.id - Sekitar empat hingga lima kontainer minyak goreng dari distributor merek Filma dan Mitra akan tiba di Mataram, untuk memenuhi kebutuhan warga. Hal ini disebutkan oleh Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
"Kemarin (Selasa) saya sudah menelpon langsung distributor minyak goreng tersebut, dan mereka menyebutkan besok (hari ini-red) akan tiba sekitar 4-5 kontainer minyak goreng di Mataram untuk kebutuhan warga secara umum di Pulau Lombok," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto di Mataram, Rabu (23/2/2022).
Hal ini dilakukan untuk menampik anggapan dari warga bahwa minyak goreng langka dan terjadi penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Kekosongan stok minyak goreng murah seharga Rp14.000 per liter pada sejumlah retail modern beberapa hari terakhir bukan langka, akan tetapi terjadi pembatasan di pabrik pengusaha," katanya.
Menurut Uun, sebanyak 4-5 kontainer minyak goreng yang dijadwalkan tiba hari ini, kemungkinan akan habis dalam waktu satu minggu ke depan sebab pangsa pasarnya se-Pulau Lombok
Namun demikian, pihak distributor sudah melakukan pemesanan kembali agar sebelum minyak goreng tersebut habis, stok sudah ada lagi sehingga tidak terjadi kekosongan.
"Masyarakat juga kita harapkan beli minyak goreng sesuai kebutuhan dan tidak panik dengan membeli minyak goreng dalam jumlah banyak. Apalagi untuk dijual lagi," katanya.
Sementara menyinggung tentang indikasi penimbunan, Uun mengatakan, sejauh ini dari hasil investigasi di lapangan belum ada indikasi penimbunan.
"Bagaimana mau 'nimbun' harganya turun, kecuali harganya naik. Artinya, kekosongan stok minyak goreng di sejumlah pasar modern murni karena terkendala distribusi, Insya Allah hari ini bisa terisi lagi," katanya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Bandara Lombok Dipadati Penumpang, Efek Penutupan Soetta
-
Abu Erupsi Anak Krakatau Bikin Liburan Wisatawan Jakarta Molor, Hotel Lombok Jadi Sasaran
-
Jelang MotoGP, Kunjungan Wisatawan ke Mandalika Capai 685 Ribu
-
Nyemulak Jadi Awal Kebangkitan Desa Adat Sade
-
Baru Tangani 1 Kasus, Kajati NTB Sentil Kejari Mataram: Tak Ada Korupsi atau Tidur?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri