SuaraBali.id - Hari Raya Nyepi 2022 sebentar lagi. Hari Raya Nyepi dirayakan pada 3 Maret 2022. Berikut ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2022 dalam Bahasa Bali.
Menurut Dewa K. Suratnaya, catur brata Nyepi ini merupakan puncak kehiningan jiwa. Pada hakikatnya sebuah dharma sadhana, latihan spiritual bagi jiwa-jiwa yang selalu berada di jalan dharma.
Pasalnya, sebuah sadhana yang bersifat swadaya (mandiri) bagi umat Hindu ini untuk penyucian diri dengan masuk ke dalam keheningan terdalam (Nyepi).
Catur Brata pada dasarnya bersifat hening dengan lebih banyak merenung dan introspeksi diri. Dengan berani menelisik ke dalam relung jiwa dan mengevaluasi. Jujur untuk mengakui segala kehilafan selama satu tahun ini.
Berikut ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2022 dikutip dari AyoBandung:
1. "Rahajeng Rahina Nyepi semeton sareng sami", artinya: Selamat Hari Raya Nyepi untuk saudara semuanya.
2. "Rahajeng nyanggra rahina Nyepi caka 1944", artinya: Selamat menyambut hari raya Nyepi tahun Caka 1944.
3. "Rahina Nyepi dumogi prasida kaanggen jalaran ngeret indria", artinya: Hari Raya Nyepi semoga bisa menjadi sarana menahan hawa nafsu duniawi.
4. "Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1944, melarapan antuk catur brata penyepian dumogi molihang karahayuan lan kerahajengan", artinya: Selamat menyambut hari raya Nyepi caka 1944, dengan melakukan catur brata penyepian semoga selalu diberi kelancaran dan keselamatan.
5. "Rahajeng Rahina Nyepi caka 1944, dumogi sareng sami ngemanggihin kerahayuan lan labda karya", artinya: Selamat Hari Raya Nyepi tahun caka 1943, semoga kita semua mendapatkan kebahagian dan kelancaran dalam melaksanakan Nyepi.
6. "Rahina Nyepi pinaka sarana kaanggen mulat sarira ring sajeroning angga sarira", artinya : Hari Nyepi mari kita jadikan sarana intropeksi diri.
7. "Rahajeng Rahina Nyepi, dumogi santhi semeton sami ring dija ja magenah", artinya: Selamat Hari Nyepi, semoga kedamaian selalu menyertai dimanapun kita berada.
Demikian ucapan Selamat Hari Raya Nyepi 2022 dalam Bahasa Bali.
Berita Terkait
-
Review Film Taboo: The Silent Day, Malapetaka di Balik Pengabaian Adat Bali
-
Liburan di Bali Berujung Bui, Turis Swiss Divonis Penjara karena Hina Nyepi
-
Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya
-
Viral Bule Lecehkan dan Langgar Aturan Nyepi, Terancam Dilaporkan hingga Dideportasi
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern