SuaraBali.id - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Made Rentin mengingatkan masyarakat Pulau Dewata tetap mewaspadai potensi penyebaran virus COVID-19 varian Omicron. Namun tidak perlu khawatir berlebihan.
"Kita perlu mengetahui ciri-ciri Omicron supaya bisa mencegahnya. Beberapa ciri varian Omicron yang sudah diketahui saat ini adalah tingkat penularan tinggi, tetapi tingkat keparahannya rendah," kata Rentin di Denpasar, Minggu 30 Januari 2022.
Rentin yang juga Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menambahkan, Omicron memiliki gejala ringan seperti flu biasa, batuk, dan demam. Bahkan tanpa gejala.
"Oleh karena itu, tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah dibandingkan varian Delta, walaupun risikonya tetap ada," ucap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali itu.
Terkait dengan terapi pengobatan, kata dia, obat yang dipakai untuk varian sebelumnya masih efektif digunakan untuk Omicron. Selain itu, diketahui masih banyak berperan dalam mencegah keparahan gejala dan kematian, walau diketahui efektivitasnya berkurang.
Masyarakat diimbau untuk melakukan pencegahan dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan dan segera melakukan vaksinasi jika giliran sudah tiba.
"Jika merasa flu, batuk dan demam, segera lakukan tes untuk memastikan tertular atau tidak. Jika terkonfirmasi lakukan perawatan atau isolasi," ujar Rentin.
Dalam sepekan terakhir, penambahan kasus harian COVID-19 di Provinsi Bali mengalami lonjakan tajam, dari kondisi pekan-pekan sebelumnya dengan penambahan kasus di bawah 10 orang.
Bahkan dari 26 Januari penambahan kasus harian sudah di atas 100 orang. Pada Rabu (26/1) tercatat sebanyak 139 orang, kemudian pada Kamis (27/1) sebanyak 212 orang, Jumat (28/1) sebanyak 311 orang, Sabtu (29/1) sebanyak 325 orang dan Minggu (30/1) sebanyak 359 orang.
Sedangkan total jumlah kasus aktif hingga Sabtu (29/1) sebanyak 1.292 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 190 orang (14,71 persen) dirawat di RS rujukan, sebanyak 432 orang (33,44 persen) di tempat isolasi terpusat dan 670 orang (51,85 persen) menjalani isolasi mandiri. (Antara)
Berita Terkait
-
Update Covid-19 Global: Waspada, Mutasi Varian Siluman BA.2 Makin Menyebar di Banyak Negara
-
Wagub DKI: Sebentar Lagi Terbalik, Kasus Omicron Transmisi Lokal Lebih Tinggi daripada Importansi
-
Jumlah Kasus Omicron Importasi di Jakarta 56 Persen, Wagub DKI Ahmad Riza Patria: Sebentar Lagi Kasus Lokal Lebih Tinggi
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka