SuaraBali.id - Aksi nekat seorang ibu rumah tangga (IRT) di Denpasar ini akhirnya terendus oleh kepolisian. Bagaimana tidak, IRT yang bernama Djaitun (55) ini nekat mencuri 9 susu kaleng di Trans Studio Mall, Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, Bali.
Djaitun ternyata adalah seorang residivis yang juga pernah beraksi di swalayan Carefour Jalan Sunset Road Kuta, Bali bersama 4 komplotannya yang kini masih diburu. Ia pun kini diringkus pihak berwajib.
Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Panjaitan menjelaskan, aksi IRT asal Surabaya Jawa Timur itu terungkap setelah diketahui adanya kerugian dalam selisih penjualan. Dari hasil audit pihak mall, ditemukan selisih tidak wajar beberapa barang di swalayan tersebut.
"Hasil audit ditemukan jumlah barang yang terdaftar tidak sesuai dengan penjualan," ungkap Kombes Jansen saat rilis akhir tahun di mapolresta Denpasar, Selasa 28 Desember 2021.
Kejadian ini pun kerap terjadi hingga 3 bulan berikutnya, hingga akhirnya seorang karyawan mengecek kamera CCTV mall pada Minggu 26 Desember 2021. Dari pantauan saksi melihat ada kejadian pencurian yang dilakukan seorang wanita pengunjung.
"Gerak geriknya mencurigakan mondar mandir di stand penjualan susu," urainya.
Penemuan dari CCTV ini pun diserahkan kepada Polsek Denpasar Barat. Setelah menerima informasi Polisi menangkap tersangka Djaitun saat itu juga.
Setelah diselidiki ternyata Djaitun merupakan maling kambuhan. Ia seorang residivis kasus yang sama di Surabaya Jawa Timur.
Dalam pengakuannya tersangka mengakui telah berulang kali mencuri di mall Trans Studio Mall selama periode Minggu 27 November 2021 hingga 26 Desember 2021. Dari penangkapan itu Polisi menyita sembilan kaleng susu Efagrow A plus dan troli belanja.
Susu kaleng itu rencananya akan dijual kembali dengan harga yang murah. Sementara akibat kejadian itu pihak swalayan mengalami kerugian sebesar Rp 3,1 juta.
Dari hasil pemeriksaan ia juga mencuri di Carrefour, Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar bersama komplotannya berjumlah 5 orang.
"Ada 4 pelaku lagi yang masih kami buru," terangnya.
Berita Terkait
-
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
-
Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban
-
Wamendagri Bima Arya Dorong Tiga Langkah Perkuat Ketahanan Pangan di Daerah
-
Todong Warga Pakai Pistol Korek Api, Pencuri Dolar di Cipayung Babak Belur Diamuk Massa
-
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan Pria yang Diduga Curi Ayam di Tabanan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai