SuaraBali.id - Sektor Pariwisata di Bali saat ini masih terhambat akibat efek pandemi Covid-19 yang belum pulih. Saat ini adanya regulasi-regulasi baru dinilai malah menghambat upaya kebangkitan pariwisata Bali.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan pemerintah provinsi terus berjuang menyuarakan aspirasi pelaku pariwisata terkait sejumlah regulasi yang dinilai menghambat kebangkitan sektor pariwisata.
"Pemprov Bali sesungguhnya tak tinggal diam, kami terus berusaha berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Namun demikian, kita harus pahami bersama bahwa pusat punya pertimbangan tersendiri," katanya saat menjadi narasumber dialog di Denpasar, Jumat (18/12/2021).
Wagub yang biasa disapa Cok Ace juga dikenal sebagai seseorang yang berkecimpung di bidang pariwisata. Untuk itu ia menegaskan bahwa dirinya merasakan hal yang sama dengan pelaku pariwisata lainnya.
"Oleh sebab itu, kami terus berusaha memperjuangkan aspirasi yang berkembang," ucapnya pada dialog bertajuk "Bangkitkan Pariwisata Bali di Tengah Pandemi" itu.
Ia telah memetakan sejumlah faktor yang menghambat arus kedatangan wisatawan. Untuk kedatangan wisatawan domestik, dari pantauannya memang telah mengalami peningkatan, bahkan data terakhir telah menyentuh angka 13 ribu per hari.
"Tadi saya bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, beliau mengatakan bahwa tidak seluruh rombongan bisa terbang ke Bali karena pesawat penuh," ujar Ketua PHRI Bali itu.
Ia menilai kondisi ini perlu segera dievaluasi oleh otoritas perhubungan agar penumpang yang hendak ke Bali tidak sampai terkendala penerbangan.
Sementara untuk kendala kedatangan wisatawan mancanegara, ia menginventarisasi beberapa kendala, antara lain syarat penerbangan langsung, penerbangan, lama waktu karantina, dan aturan pengurusan visa.
Dia mengatakan syarat penerbangan ke Bali perlu dievaluasi karena tidak mungkin perusahaan penerbangan mau memberangkatkan pesawat yang hanya mengangkut 10 atau 20 penumpang.
"Ini yang perlu dievaluasi, harus ada 'hub' dimana pesawat itu bisa menambah penumpang ke Bali. Misalnya kita tetapkan sejumlah negara sebagai 'hub' seperti Singapura atau alternatif lain,” imbuhnya.
Jika tidak demikian, ia memperkirakan akan sulit ada penerbangan internasional yang masuk ke Bali. Faktor lainnya adalah kendala dalam pengurusan visa.
Terkait dengan kendala ini, ia sudah menyampaikan langsung kepada Menparekraf Sandiaga Uno dan telah memperoleh solusi bahwa akan ada penambahan jatah kuota 250 per hari khusus untuk tujuan Bali.
Kendati jumlah kunjungan wisatawan domestik belakangan ini menunjukkan peningkatan, Panglingsir (Tokoh) Puri Agung Ubud ini tetap berharap wisatawan mancanegara datang ke Bali.
"Kita tak membeda-bedakan, tetapi segmen pasarnya memang berbeda. Kalau domestik, tempat menginap mereka terkonsentrasi di Bali selatan, sedangkan wisatawan mancanegara sebarannya lebih merata,” terangnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran
-
Hadiri Indonesia-China Bridge Forum, Ketua DPD RI Ajak Investor Asing Kembangkan Properti Perumahan
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern