SuaraBali.id - Ketika berkunjung atau berlibur di Bandung, tidak lengkap rasanya jika tidak membawa oleh-oleh khas Bandung. Ada banyak ragam jenis oleh-oleh yang bisa diborong. Ingin tahu apa saja? Berikut ulasan beberapa referensi oleh-oleh khas Bandung.
Oleh-oleh atau buah tangan ini akan menjadi suatu pertanda bahwa seseorang telah berkunjung ke Bandung. Oleh-oleh ini bisa diberikan kepada teman dekat dan keluarga di rumah.
Stok dari oleh-oleh ini pun banyak, jadi calon pembeli tidak perlu khawatir kehabisan persedian.
Melansir dari berbagai sumber, ada 12 rekomendasi oleh-oleh khas Bandung yang bisa dibeli. Lantas 10 oleh-oleh khas bandung itu apa saja? Berikut penjelasannya:
1. Peyeum Bandung
Merupakan makanan yang terbuat dari singkong, atau bisa juga disebut sebagai tapai. Namun yang membedakan dari tapai yang ada di tempat lain adalah teksturnya yang lebih kering karena proses pembuatannya pun berbeda.
Makanan ini bisa didapat dengan mudah di daerah Cihampelas, namun tidak menutup kemungkinan di daerah sekitaran Bandung yang lain juga menyediakan.
Makanan ini bisa dinikmati setelah 2 sampai dengan 3 hari setelah pembelian. Harga dari peyeum ini beragam, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 75.000 per bungkusnya.
2. Pisang Bolen Kartika Sari
Baca Juga: Pesan Terakhir Wander Luiz sebelum Tinggalkan Persib Bandung
Merupakan kue bolen yang terbuat dengan resep turun-temurun dari Ibu Ratnawati yang ada sejak zaman kolonial Belanda. Cita rasa kue bolen ini yang lezat dan nikmat, menjadi daftar oleh-oleh kas Bandung yang tidak boleh ketinggalan untuk dibawa pulang.
Kue bolen ini bisa didapat di toko pusatnya yang beralamat di Jalan H Akbar No 4, Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung atau bisa juga membeli di cabang toko ini, seperti di Jalan Dago Cihampelas dan Jalan Pasteur.
Harga kue bolen ini mulai Rp 55.000 hingga Rp 75.000 per kemasan.
3. Picnic Roll Prima Rasa
Merupakan salah satu makanan khas bandung yang populer, makanan ini terbuat dari daging cincang yang diolah dengan bumbu khas kemudian dimasukkan ke dalam kulit pastri, dengan di tengah daging cincang tersebut berisi telur. Dan cara penyajian makanan ini adalah dengan dibakar.
Untuk cita rasanya, tidak perlu diragukan lagi, karena sudah pasti lezat. Makanan ini bisa didapat di toko pusat oleh-oleh Primarasa, yang beralamat di Jalan Kemuning Nomor 20, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Harga per bungkus kue ini mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 180.000.
Berita Terkait
-
Gubernur Sulawesi Selatan Nonaktif Nurdin Abdullah Jadi Warga Baru Lapas Sukamiskin
-
Kasus Positif Aktif COVID-19 Tinggal 2 Orang, Hengky Kurniawan: Jangan Kendor
-
Pesan Terakhir Wander Luiz sebelum Tinggalkan Persib Bandung
-
Bursa Transfer BRI Liga 1: Gebrakan Persib dan Persija, Arema FC Kalem
-
Jangan Terlewat! Ini Oleh-oleh Khas Bandung yang Terkenal dan Lezat
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau
-
DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026 Berkat Konsistensi Terapkan Prinsip ESG