SuaraBali.id - Kabupaten Karangasem merupakan daerah yang masuk dalam wilayah Provinsi Bali. Sejarah Kabupaten Karangasem cukup menarik itu dibahas, mulai dari munculnya kerajaan hingga akhirnya menjadi daerah tingkat II.
Berdasarkan literatur sejarah, dulu Karangasem merupakan sebuah kerajaan Hindu di daerah Bali Timur yang berdiri pada abad ke-17. Pada puncak kejayaannya, wilayah kekuasaan Kerajaan Karangasem meluas hingga Pulau Lombok.
Namun, pada masa penjajahan Indonesia, kerajaan ini ditundukkan oleh Pemerintah Belanda di tahun 1894. Sehingga pada saat itu kerajaan berada di bawah kendali Pemerintah Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, Karangasem menjadi daerah tingkat II di bawah pemerintahan Provinsi Bali.
Sejarah nama Karangasem berasal dari suku kata Larang Semadi. Hal ini dikuatkan atau dibuktikan dengan gamblang pada Prasasti Sading C yang saat ini disimpan di Geria Mandara, Munggu, Badung.
Pada abad ke-16 hingga ke-17, Kerajaan Gelgel berkuasa di Karangasem. Dalam catatan sejarah, Kerajaan Karangasem melalukan perlawanan terhadap penjajah dan merebutkan sejumlah wilayah kekuasan di sekitarnya.
Pada saat berkuasa, Kerajaan Karangasem melakukan perluasan hingga Pulau Lombok. Namun kerajaan mendapatkan perlawanan oleh orang-orang Sasak. Hingga pada akhirnya pada 1891 Kerajaan Karangasem kewalahan menghadapi serangan itu.
Namun pada 1894, orang Sasak mulai kesulitan menghadapi serangan karena Kerajaan Karangasem memiliki peralatan yang mulai canggih. Sehingga para Muslim dan Sasak meminta bantuan ke Pemerintah Belanda untuk membantunya melawan Kerajaan Karangasem. Puncaknya terjadi pertempuran pada 20 Februari 1894.
Permohonan ke pemerintah Belanda dari orang Sasak menjadi keuntungan tersendiri. Hal itu ia manfaatkan untuk menundukkan kerajaan di Bali. Sehingga wilayah Bali dan Lombok mudah dikuasai.
Salah satu cara yang ditempuh Belanda dengan cara menghalangi alur impor senjata dari Singapura. Hal itu dilakukan agara Kerajaan tidak mempunyai perlengkapan senjata yang kuat dan bagus. Startegi Belanda pun berhasil. Pada abad ke 20 beberapa kerajaan di Bali mulai dikuasai Belanda.
Baca Juga: 50 Personel Polresta Denpasar Dapat Penghargaan dari Kapolda Bali
Saat Jepang mulai menjajah Indonesia, sebagian penduduk Bali pergi ke daerah pegunungan karena takut dengan kekejaman tentara Jepang. Meski suasana Karangasem sempat mencekam, namun hal itu bisa direda dengan propaganda yang dilakukan oleh Jepang.
Meski demikian, warga Bali masih membuat lubang-lubang atau bunker untuk bersembunyi dari serangan Jepang. Setelah Jepang menyerah dan Indonesia merdeka, Kerajaan Karangasem berstatus sebagai Daerah Tingkat II.
Sebelum 1951, Kabupaten Karangasem yang masih berbentuk kerajaan dipimpin oleh Raja. Berikut nama Raja Karangasem:
- Gusti Nyoman Karang
- Anglurah Ketut Karang
- Anglurah Nengah Karangasem
- Anglurah Ketut Karangasem
- Anglurah Made Karang
- Gusti Wayahan Karangasem
- Anglurah Made Karangasem Sakti
- Anglurah Made Karangasem
- Gusti Gede Ngurah Kaeangasem
- Gusti Gede Ngurah Lanang
- Gusti Gede Ngurah Pahang
- Gusti Gede Ngurah Lanang
- Gusti Bagus Karang
- Gusti Gede Ngurah Karangasem
Kemudian wilayah Kabupaten Karangasem mulai dipimpin oleh seorang bupati. Berikut daftarnya:
- Anak Agung Gede Jelantik
- I Gusti Lanang Rai
- Anak Agung Gede Karang
- Letkol Pol I Gusti Nyoman Yudana
- Kolonel Pol I Ketut Mertha
- I Gede Sumantara Adi Prenatha
- I Wayan Geredeg
- Ida Bagus Ngurah Arda
- I Gusti Ayu Mas Sumantri
- I Wayan Serinah
- I Gede Dana
Tag
Berita Terkait
-
Sudah Mendarat di Bali, Maia Estianty Spill Konsep After Party El Rumi dan Syifa Hadju
-
Libas PSM Makassar, Bali United Raih 3 Kemenangan Beruntun
-
Link Live Streaming Bali United vs PSM Makassar, Momentum Juku Eja Lepas dari Papan Bawah?
-
Pemprov Bali Lepas 698 Jamaah Calon Haji, Tekankan Jalin Kerukunan
-
Libas Persita 1-0, Bali United Naik ke Peringkat 7 Klasemen BRI Super League
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Fundamental Kokoh, Saham BBRI Tetap Jadi Pilihan Utama Investor
-
Calon Haji Asal Mataram Ditolak Masuk Arab Saudi, Ternyata Ini Penyebabnya!
-
Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan LPG 3 Kg di Lombok Barat Aman Mencukupi dan Sesuai HET
-
Warga Lombok Menjerit: Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Harga Melonjak
-
Jarak Tempuh Terlalu Jauh, ASN Menyerah Gunakan Sepeda ke Kantor