SuaraBali.id - 159 prajurit Kodam IX/Udayana yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda (Satgas Kizi TNI Konga) XXXVII-G/United Nations Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central in Africa (MINUSCA CAR) kembali ke tanah air. Mereka akan kembali ke Pulau Dewata setelah menyelesaikan tugas menjaga perdamaian di Afrika Tengah selama setahun.
Prajurit terlatih itu tiba di Bali pada Rabu 17 November 2021 dan diterima langsung Kepala Staff Kodam IX/Udayana Brigadir Jenderal TNI Harfendi di Lapangan Mako Yonzipur 18/YKR Gianyar.
Sebelumnya, ratusan prajurit ini tiba di Tanah Air pada 8 November 2021. Mereka sempat menjalani karantina selama 3 hari di Wisma Atlet Jakarta sesuai penanganan covid-19, dan kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing, pada 16 November 2021.
Selanjutnya, prajurit dari Kodam IX/Udayana ini pulang lewat jalur darat menggunakan bus. Mereka tiba di kemarin pagi di Mako Yonzipur 18/YKR Gianyar dengan selamat.
Diketahui, ratusan prajurit ini merupakan utusan menjaga perdamaian dunia di Afrika Tengah. Terdiri dari 143 orang personel Yonzipur 18/YKR, 11 orang personel Denkav 4/SP, 2 orang personel Paldam IX/Udayana, 2 orang personel Zidam IX/Udayana, dan 1 orang personel Denmadam IX/Udayana.
Sementara Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dalam amanatnya yang dibacakan Kasdam Brigjen Harfendi, mengapresiasi keberhasilan para prajuritnya. Pangdam berpesan agar pengalaman yang didapat dijadikan sebagai bekal berharga sekaligus bahan evaluasi dan introspeksi dalam rangka mengembangkan kemampuan diri dalam pelaksanaan tugas di masa yang akan datang.
"Selamat atas keberhasilan kalian dalam menjalankan amanat negara. Selamat bertemu kembali dengan keluarga kalian masing-masing dan sampaikan salam saya kepada keluarga kalian," ucap Pangdam.
Usai upacara penyambutan, Komandan Yonzipur 18/YKR Letnan Kolonel Czi Parlindungan Simanjuntak selaku Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-G MINUSCA CAR menyampaikan bahwa selama kurang lebih satu tahun melaksanakan misi penjagaan perdamaian dunia.
Pihaknya bukan saja mengangkat citra satuan dan TNI tetapi juga citra dan harum nama bangsa dan negara Republik Indonesia di forum internasional.
"Ada suatu slogan yang selalu kami pegang saat di sana, yaitu 'Nama Negara Diatas Segala-galanya'. Kekurangan maupun kelebihan kami tonjolkan menjadi sebuah kelebihan. Sehingga prestasi kami mampu bersejajar bahkan melebihi kontingen dari negara lain," beber Kolonel Simanjuntak.
Tag
Berita Terkait
-
Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
Pilot AS Dipulangkan Dalam Peti Mati, TNI Janji Sikat Habis Kelompok OPM Penembak di Yahukimo
-
Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi
-
Taruna Akmil Latih Sekolah Rakyat: Haruskah Militer Masuk Ranah Pendidikan?
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
BRI Perketat Pengawasan Internal, Pegawai Terbukti Fraud Terancam PHK dan Proses Hukum
-
17 Saksi Pembakaran Santri Diperiksa Polisi
-
7 Risiko Digital Mengintai Anak, Guru dan Orang Tua Harus Waspada
-
Minyakita Bercampur Biosolar? Ini Hasil Investigasi Bulog NTB
-
Program Makan Gratis Libur, Harga Sayur di Lombok Anjlok Parah