SuaraBali.id - Dahulu kala sebelum berakarnya kekuasaan kerajaan Majapahit di Bali (1343 M) telah berdiri kerajaan besar yang disebut Dalem Balingkang. Pada masa itu Bali banyak mendapat pengaruh Hindu dari India.
Seiring dengan perkembangan agama Buddha di India yang kemudian menyebar ke daratan Asia lainnya terutama berkembang pesat di Tiongkok, maka Bali yang mempunyai hubungan baik dengan Tiongkok akhirnya juga kena pengaruh Buddha. Itu sebabnya ada dua pura Siwa-Buddha besar di Bali, yaitu Pura Batur dan Pura Besakih.
Jadi paham Siwa-Buddha di Bali telah ada sebelum paham Siwa-Buddha Majapahit masuk ke Bali, terutama berkembang pesat pada masa pemerintahan Dalem Balingkang.
Seluruh wilayah pulau (satungkub Bali) dan masyarakatnya di zaman Bali Kuna pernah dikuasai dan dipimpin oleh tidak kurang dari 23 raja, dan yang paling terkenal banyak mengeluarkan prasastinya yaitu Sri Haji Jayapangus, yang kemudian juga lebih dikenal dengan sebutan Dalem Balingkang.
"Pada masa pemerintahan Dalem Balingkang ini, sudah terjalin hubungan baik antar Bali dengan Tiongkok, pertama-tama lewat perdagangan yang kemudian diikuti oleh bidang kebudayaan. Hubungan baik itu ditandai oleh diberikannya hadiah seorang putri bangsawan Tiongkok yang bernama Kang Cing Wie kepada raja Bali Sri Haji Jayapangus sebagai permaisuri bergelar Paduka Çri Mahadewi Çaçangkajacihna (Paduka Sri Mahadewi Sasangkajacihna)," jelas Guru Besar Universitas Udayana Bali, Prof. Anastasia Sulistyawati dalam tulisannya yang berjudul "Arsitektur Pura Dalem Balingkang Sebagai Salah Satu Daya Tarik Utama Wisatawan Tiongkok dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Bali".
Kedatangan putri bangsawan Tiongkok yang bernama Kang Cing Wie ke Bali disertai beberapa ratus pengikut. Ratusan pengikut sang putri kemudian bermukim di seputar wilayah kota Balingkang seperti, desa Ping’an (Pinggan), Pasar’ai (Serai = Pasar), Sia’in (Siakin), Belanding’an (Belandingan), Paketan (Paket’an=tempat arena perjudian).
Kedatangan orang-orang Tionghoa terus bertambah sejak perkawinan raja Bali dengan Kang Cing Wie. Kang Cing Wie kemudian langsung diangkat sebagai Ratu Ayu Mas Subandar (kepala syahbandar atau penguasa pelabuhan).
Pengaruh Tionghoa juga berpengaruh terhadap nama tempat: Desa Langan berasal dari Loan’an dan Balingkang = Bali + Kang (Marga Bali dari raja Bali Jaya Pangus + Marga Kang dari putri Kang Cing Wie).
Dengan adanya penduduk pendatang dari Tiongkok ini, otomatis membawa kebudayaan Tiongkok dan paham Buddha Mahayana, kemudian lama-kelamaan terjadi integrasi dan akulturasi, yang melahirkan kebudayaan Siwa-Buddha seperti dikenal sekarang di Bali. Itulah yang kemudian menjadi latar belakang didirikannya palinggih Subandar pada salah satu bagian mandala di kedua pura besar di Bali yaitu Pura Batur dan Besakih.
Sebagai tempat pemujaan khusus terhadap Ratu Ayu Mas Subandar, tentu ada di Pura Dalem Balingkang sebagai pusat kerajaan (Jero Gede Batur Alitan (Wawancara, November 2007).
Sebagai bekas sebuah Kedatuan, Pura Dalem Balingkang memiliki berbagai jenis bangunan (palinggih=stana) dengan berbagai macam fungsi dan makna yang menyertainya.
Salah satu jenis bangunan palinggih yang tadi telah disebutkan adalah palinggih Ratu Ayu Mas Subandar sebagai tempat memuja roh suci Ratu Kang Cing Wie, sebagai seorang permaisuri raja Bali sekaligus leluhur utama (kongco) dari warga Tionghoa yang bermukim di desa-desa sekitar Penulisan, Kintamani, bahkan Bali dan Indonesia umumnya.
Berita Terkait
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern