SuaraBali.id - SuaraBali.id - Atlet judoka asal Bali, I Dewa Ayu Mira Wedari mengharumkan nama pulau dewata dengan perolehan dua medali emas di cabang olahraga judo Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada 29 September-3 Oktober di Kota Timika.
Ayu berhasil menutup laga di hari minggu dengan mendapatkan medali emas dari nomor +78 kilogram putri dan beregu campuran.
Namun bukan hanya hal itu yang membuat Ayu banyak jadi perbincangan dan viral di media sosial. Akan tetapi karena aksinya yang membawa foto mendiang ibu saat menaiki podium tertinggi dari pertandingan Judo kelas +78 putri.
Ayu mempersembahkan pencapaiannya di PON XX Papua ini untuk ibundanya yang telah meninggal dunia pada bulan maret lalu. Saat ditemui di Kota Timika, Minggu 3/10/2021 ia pun menceritakan sosok sang ibunda.
“Dia (ibu) yang memberikan motivasi dan semangat terbesar kepada saya untuk menekuni judo," ujarnya.
"Ibu saya meninggal 18 Maret. Saat itu, saya masih di pelatnas, jadi tidak bisa melihat ibu sama sekali,” lanjut Ayu.
Judoka peraih medali perunggu SEA Games 2019 ini mengatakan, sebelum meninggal ibunya pernah mendoakannya bisa berlaga di PON Papua.
Meski sudah membela Indonesia di tingkat internasional, namun Ayu belum pernah menjajal kompetisi nasional antarprovinsi ini.
Bagi Ayu, dukungan ibunya terhadap dirinya tak pernah surut dan selalu memberikan semangat meski dalam kondisi terburuk sekalipun.
"Misalnya waktu tangan saya patah di kualifikasi Asian Games (2018), ibu memberikan pilihan ke saya untuk lanjut atau tidak. Meski akhirnya tidak lolos, tetapi saya punya kebebasan untuk meneruskan kualifikasi hingga masuk ke babak final," kata dia.
Ayu yang awalnya hanya melakoni judo sebagai bagian dari ekstrakulikuler SMA, kini oleharga itu bisa membawanya sebagai salah satu jawara Bali dan Indonesia di tingkat internasional.
"Memang bukan ibu yang mengajak saya masuk judo, tetapi dukungan dia tak pernah habis.
Doanya terwujud tidak hanya sebatas bisa ikut PON, tetapi saya sampai bisa mendapat dua medali emas di sini," tuturnya.
Berita Terkait
-
Penggagas Entourage Bali yang Diskriminasi WNI Suka Pindah-pindah Negara Gegara Ini
-
Tampang Duo Belanda yang Bikin Entourage Bali Kini Dicekal dan Kabur ke Singapura
-
Rieke Oneng Soroti Pengeroyokan di Bali: Jangan Sampai Ramah ke Turis, Tapi Lupa Lindungi Rakyatnya
-
Dugaan Pencurian Ayam di Bali Renggut Nyawa, DPR: Literasi Hukum Masyarakat Harus Ditingkatkan
-
Sarat Diskriminasi, Entourage Bali Ikut Disorot Pemerintah Australia
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Dikeroyok Massa
-
5 Warga Tersangka Pembunuhan Pria Diduga Curi Ayam di Tabanan
-
Ayah Korban Pengeroyokan Usai Dituduh Curi Ayam Tinggalkan Tiga Anak
-
Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan