SuaraBali.id - Pariwisata di beberapa daerah sudah mulai dibuka kembali termasuk di Bali, melihat keadaan yang mulai membaik capaian devisa negara di sektor pariwisata ditargetkan meningkat tahun ini sekitar USD 470 juta hingga USD 1,70 miliar.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan target nilai devisa pariwisata mulai mengalami peningkatan.
Dalam Rakornas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan jika disetujui untuk capaian di 2022 adalah nilai devisa pariwisata yang perlahan merangkak naik.
Kontribusi sektor pariwisata akan dipertahankan di angka 4,2 persen tahun ini dan 4,3 persen tahun depan. Nilai ekspor produktif dari sektor ekonomi kreatif tahun ini ditargetkan sebesar Rp 15,95 triliun dan Rp 16,83 triliun di tahun depan.
"Nilai ekspor produk ekonomi kreatif naik menuju USD 20 miliar dolar," kata dia.
Dari sisi jumlah kunjungan wisatawan, Sandiaga berharap bisa mencapai target dengan kunjungan turis asing 1,5 juta orang di tahun ini. Lalu meningkat di tahun depan dengan kisaran 1,8 juta orang hingga 3,6 juta orang di tahun depan.
"Jumlah wisman mudah-mudahan kita bisa berikan signal confident sehingga bulan selanjutnya mudah-mudahan Bali bisa dibuka," kata dia.
Sementara pergerakan wisatawan nusantara diharapkan lebih tinggi lagi yakni sampai 220 juta pergerakan di tahun 2021 dan 280 juta orang di tahun 2022. Diakui Sandiaga, pergerakan wisatawan domestik menjadi andalan sektor pariwisata saat ini.
"Pergerakan pariwisata nusantara yang sekarang jadi andalan kita," kata dia.
Meski dalam situasi pandemi, Sandiaga menyebut jumlah tenaga kerja pariwisata mulai kembali tumbuh. Pemerintah pun menargetkan tahun ini ada 14,3 tenaga kerja pariwisata dan 19,19 tenaga kerja di ekonomi kreatif. Kemudian di tahun depan kembali meningkat dengan target 14,7 juta tenaga kerja pariwisata dan 19,91 juta orang.
"Tenaga kerja pariwisata kembali tumbuh dan tenaga kerja ekonomi kreatif yang mencapai Rp 20 juta. Sehingga total 34 juta ekosistem parekraf bisa kita capai," kata dia.
Dari sisi nilai tambah ekonomi kreatif, tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1.191 triliun dan Rp 1.236 triliun di tahun depan. Sandiaga menambahkan, saat ini Indonesia menempati urutan ketiga dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Nomor 1 ditempati Amerika Serikat dengan Hollywood, Nomor 2 Korea Selatan dengan K-Pop.
Baca Juga: Optimalkan Sektor Pariwisata, Pemkot Surakarta Berikan Layanan Mobil Listrik
"Kita sudah di posisi 3 dunia setelah AS dengan Hollywood-nya, Korea Selatan dengan K-Pop dan Indonesia masuk ke posisi ketiga," kata Sandiaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
BRI Hadirkan Kredit Mobil dan EV via Super Apps BRImo, Bunga Mulai 2,85%
-
Maknai Tahun Kuda Api, BRI Imlek Prosperity 2026 Perkuat Layanan Wealth Management Nasabah
-
Bali Tutup Total Jalur Mudik 24 Jam Saat Nyepi, Pemudik Bisa Titip Kendaraan di Sini
-
Bosan Sama Nastar? 5 Kue Lebaran 'Anti-Mainstream' Ini Dijamin Jadi Favorit Gen Z
-
1 Tahun Danantara, BRI Berikan Dukungan Pendidikan Lewat 5.500 Paket Sekolah