SuaraBali.id - Tragis kabar istri bunuh diri stres positif COVID-19. Sementara suaminya menyusul meninggal dunia karena serangan jantung.
Mereka adalah warga Prambanan, Klaten. SDM meninggal diduga karena bunuh diri ceburkan diri ke sumur gegara depresi setelah terpapar Covid-19, Senin (5/7/2021).
Tragisnya, sang suami, SRT ikut meninggal dunia tak lama kemudian karena serangan jantung.
SDM diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi mengetahui dirinya positif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen.
Menyusul terjadi peristiwa tragis itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Prambanan, Puspo Enggar Hastuti, mengajak seluruh warganya untuk tetap semangat menjalani isolasi mandiri (isoman) di tengah pandemi Covid-19.
Agar tak depresi apalagi sampai nekat bunuh diri, warga Prambanan, Klaten, diimbau tetap optimistis bahwa Covid-19 dapat disembuhkan.
Plt Ketua Satgas PP Covid-19 Prambanan itu mengaku menerima informasi ada salah seorang warga berinisial SDM, 42, yang ditemukan meninggal dunia di dalam sumur, Senin (5/7/2021) sore.
Hasil penelusuran menyebutkan SDM tengah menjalani isolasi mandiri karena positif Covid-19 sesuai hasil tes antigen. Saat melihat istrinya tersebut meninggal dunia di dalam sumur, sang suami, SRT, 47, ikut meninggal dunia karena sakit jantung.
“Yang wanita [SDM] itu memang depresi karena positif [Covid-19] sesuai hasil rapid antigen. Kami mengajak ke masyarakat yang menjalani isoman tak perlu takut dan harus tetap semangat karena Covid-19 ini bisa disembuhkan. Sedangkan warga yang sehat diharapkan tetap menaati protokol kesehatan,” kata Puspo kepada Solopos.com, Senin (5/7/2021).
Baca Juga: Soal Positif Corona Nekat Kerja, Natasha Wilona Gelar Jumpa Pers Besok
Kapolsek Prambanan, Klaten, AKP Edy Prasetyo, membenarkan informasi adanya salah seorang warga berinisial SDM yang diduga nekat bunuh diri dengan mencemplungkan diri di dalam sumur karena Covid-19.
“Yang wanita itu depresi lalu mengakhiri hidup seperti itu. Ia memang sedang isoman karena Covid-19. Kalau yang laki-laki tidak sedang terpapar virus corona. Tapi yang bersangkutan memang ada riwayat sakit menahun. Ikut meninggal karena jantung,” kata AKP Edy Prasetyo, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu.
Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan penambahan jumlah kasus Covid-19 masih tinggi. Senin itu tercatat ada tambahan 322 kasus positif.
Pada sisi lain, kasus kematian juga bertambah 13 orang.
“Kumulatif kasus Covid-19 Klaten mencapai 17.450 orang. Dari jumlah, 5.515 orang masih menjalani perawatan/isolasi mandiri, 10.997 orang sembuh, dan 938 orang meninggal,” kata Cahyono.
Berita Terkait
-
Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai
-
11 Tentara dan Polisi Israel Dilaporkan Bunuh Diri, Tekanan Perang Gaza Disorot
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas
-
Menyayat Hati! Meyden Bongkar Catatan Utang Rp400 Juta Milik Ayah yang Wafat Sendirian
-
Jembatan Cangar Ada di Mana? Sederet Tragedi di Balik Keindahan Wisata Pegunungan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Fundamental Kokoh, Saham BBRI Tetap Jadi Pilihan Utama Investor
-
Calon Haji Asal Mataram Ditolak Masuk Arab Saudi, Ternyata Ini Penyebabnya!
-
Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan LPG 3 Kg di Lombok Barat Aman Mencukupi dan Sesuai HET
-
Warga Lombok Menjerit: Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Harga Melonjak
-
Jarak Tempuh Terlalu Jauh, ASN Menyerah Gunakan Sepeda ke Kantor