SuaraBali.id - Tokopedia bantah Megawati Soekarnoputri soal tudingan tak pro UMKM dan banyak jual produk asing. Megawati Soekarnoputri mengkritik marketplace Tokopedia dengan menyebut tidak menonjolkan produk Indonesia.
VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak tegas membantah pernyataan Megawati.
Selama ini Tokopedia identik dengan warna hijau itu hanya menerima penjual yang bertransaksi di Indonesia di platform mereka.
“Tokopedia adalah marketplace domestik yang hanya menerima penjual asal Indonesia dan memfasilitasi transaksi dari Indonesia untuk Indonesia,” kata Nuraini.
Nuraini juga mengatakan bahwa penjual di Tokopedia hampir 100 persen adalah pelaku UMKM lokal.
“Sehingga pasar Indonesia sepenuhnya dinikmati pelaku usaha domestik dan ekonomi berputar di dalam negeri,” sambungnya.
Nuraini juga menegaskan bahwa Tokopedia sama sekali tidak memfasilitasi impor langsung dari penjual asing di dalam platform mereka.
Megawati mengkritik CEO Tokopedia, William Tanuwijaya dalam diskusi Megawati Institute, dengan mengatakan bahwa produk yang dijual di marketplace tersebut lebih banyak buatan asing ketimbang buatan Indonesia.
“William Tanuwijaya, saya boleh buat kritik sedikit, ini kritik membangun, kenapa kalau saya browsing online di Tokopedia, kenapa ya yang disuguhkan selalu, sekarang lho ini, nanti berarti bisa berubah, itu barang-barangnya made non Indonesia,” katanya, kemarin.
Baca Juga: Tokopedia Bantah Klaim Megawati Soekarnoputri soal Banyak Jual Produk Asing
Padahal, kata Megawati, Presiden Jokowi sendiri sudah menekankan untuk membantu para pelaku UMKM karena mereka sangat rentan, sekaligus cinta budaya bangsa.
“Padahal Pak Jokowi sebagai presiden sudah mengatakan mari kita bantu UMKM, anak-anakku sekalian, UMKM itu saya bagian juga orang yang membantu UMKM, mereka itu sangat rapuh karena mereka sangat tradisional dan sangat cinta pada budaya bangsa,” ucapnya.
Megawati pun kemudian mengatakan bahwa Tokopedia seharusnya membantu para pelaku UMKM, bukan hanya para kalangan atas saja.
“Kalian seharusnya ikut membantu membuka ruang, bukan hanya bagi kalangan kelas menengah ke atas, tapi ke grass root, agar mereka juga bisa menikmati yang sama dari keberhasilan kalian,” tutup Megawati.
Berita Terkait
-
Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?
-
Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah
-
RUPSLB GOTO Setujui Pembatalan 32 Miliar Saham Tresuri
-
Puluhan Ribu Video Affiliate Dorong Bisnis Momami Tumbuh 2 Kali Lipat
-
Nilai Investasi Telkomsel di GOTO Anjlok Rp5,65 T, Tersisa Rp759 M
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern