SuaraBali.id - Pembuang limbah medis di Bitera Gianyar ternyata seorang PNS atau pegawai negeri sipil. PNS itu berstatus tenaga medis di RSUD Sanjiwani.
Ada dua pelaku pembuang limbah medis itu. Satu lagi Pegawai Kontrak di Gianyar.
Hal ini terungkap saat Komisi IV DPRD Gianyar mengundang OPD terkait untuk memberikan penjelasan, Kamis kemarin.
OPD yang hadir diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan RSUD Sanjiwani Gianyar. pelaku sebagai nakes di RSUD Sanjiwani yang membuka praktek swasta.
Hal itu diketahui berdasarkan nomer telepon yang terdapat pada tumpukan sampah medis.
Yang ketika ditelepon, diangkat oleh seorang pasien.
"Informasi yang saya dapat, yang membuang sampah itu di Bitera adalah oknum pegawai kontrak di RSUD Sanjiwani," ungkap Anggota Komisi IV Ngakan Ketut Putra mengawali rapat.
Identitas mereka belum terungkap. Termasuk proses hukumnya dipercayakan pada pihak berwajib.
"Terkait persoalan hukumnya, biarlah aparat polisi yang menyelesaikan. Namun kami tetap inginkan agar RS Sanjiwani dan Dinas Kesehatan memberikan sanksi pada oknum tersebut, supaya ada efek jera," ujar Ngakan Putra.
Baca Juga: Wisata Bali: Penglukatan Siwa Melah Angge Desa Suwat Gianyar Pancarkan Aura Positif
Terkait hal ini, Wadir RSUD Sanjiwani, Ida Ayu Made Sasih mengatakan terduga pelaku pembuang sampah medis tidak ada sangkut pautnya dengan RSUD Sanjiwani. Kata dia, jika pun terduga pelaku bekerja di RSUD Sanjiwani, sampah yang dihasilkan tidak berkaitan dengan Sanjiwani.
Sebab sampah itu dihasilkan dari praktik mandiri yang dilakukan di luar jam kerjanya di Sanjiwani.
"Itu oknum. Itu sudah oknum, bukan rumah sakit. Dari kami di RSUD Sanjiwani, pengelolaan sampah medis sudah jelas. Kami bekerjasama dengan pihak ketiga. Kalau oknum, biar nanti atasannya yang menegur. Dan untuk sanksinya, itu kewenangan Dinas Kesehatan," ujarnya.
Berita Terkait
-
Limbah Medis dan Ancaman Senyap bagi Kesehatan Ekosistem
-
Aksi River Clean Up di Bali
-
Keramas Beach, Pesona Pantai Berpasir Hitam di Gianyar Bali
-
Potret Timnas Indonesia Latihan Perdana Jelang Hadapi China dan Jepang
-
Jaga Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan , Ini Solusi Pengelolaan Limbah Medis di Indonesia
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun