SuaraBali.id - Pedangdut Elyn Munchen jatuh miskin. Elyn Munchen Sakit stroke hingga tidak berdaya hanya di tempat tidur saja.
Elyn Munchen merupakan biduan dangdut yang begitu populer sekitar tahun 2015. Kualitas vokal Elyn Munchen pun tak jarang mendapatkan apresiasi, sampai-sampai membuat Elyn banjir tawaran manggung.
Beberapa lagu hits seperti "Kepastian", "Cekidot", "Getah Cinta", sampai "Gak Bisa Bobo" pernah dipopulerkan oleh Elyn Munchen. Elyn Munchen bahkan punya orkes dangdut bersama suaminya.
Padahal Elyn Munchen dulu tenar dan bergelimang harta. Elyn Munchen menderita lumpuh akibat stroke. Elyn Munchen juga sempat koma selama 12 hari dan kehilangan sebagian besar harta dan tabungan karena habis dipakai untuk berobat.
Hanya saja, masa kejayaan Elyn Munchen tidak bertahan dalam waktu yang lama. Elyn Munchen dikabarkan stroke dan lumpuh setelah menuai segala kesuksesan tersebut.
Menurut pengakuan sang suami, Elyn Munchen menderita penyakit stroke dan lumpuh setelah manggung.
Elyn Munchen bahkan sempat koma selama 12 hari.
Kala itu, Elyn Munchen mendadak pingsan dan kejang-kejang setelah manggung.
"Jadi pingsan gitu. Sempat saya pegang sebentar, dia lemes. Lama-lama langsung kejang-kejang, kemudian dia nggak sadar," ujar suami Elyn Munchen.
Baca Juga: Pedangdut Elyn Munchen Lumpuh, Hartanya Habis untuk Berobat
Selain kejang-kejang, kondisi badan Elyn Munchen begitu mengkhawatirkan karena tubuhnya membiru.
"Muka biru, badan biru semua. Kalau bibir warnanya ungu," kata suami Elyn Munchen.
Elyn Munchen rupanya tidak mengingat kondisinya saat itu. Bahkan, Elyn Munchen benar-benar tidak tahu dengan apa yang terjadi pada tubuhnya ketika terserang stroke mendadak.
"Nggak inget", kata Elyn Munchen.
Elyn Munchen dan suami masih terus berjuang sampai saat ini. Hanya saja, perjuangan tersebut terkendala pandemi Covid-19.
Suami Elyn Munchen terpaksa menjual harta demi biaya berobat Elyn dan kehidupan sehari-hari. Mobil hasil kerja keras Elyn Munchen selama manggung juga dijual.
Berita Terkait
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun
-
Kekeringan Ekstrem Landa Lombok Barat, 4.245 KK Krisis Air
-
Kasus Rudapaksa di Gili Trawangan: Kejaksaan Tahan WN Korea Selatan
-
WNA Asal Portugal Bawa 50 Amunisi di Bandara Ngurah Rai
-
Modus Ajak Menikah, WNA di Lombok Paksa Korban Masuk Fantasi Seksual Menyimpang