SuaraBali.id - Penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja di Timika masih bergulir. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil saksi untuk dimintai keterangannya terkait dengan pembangunan gereja yang menelan anggaran sekitar Rp160 Miliar itu.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan, pihaknya telah memanggil dua orang saksi untuk dimintai keterangannya terkait dengan pembangunan Gerja Kingmi di Mile 32, Mimika Papua tahun anggaran 2015 itu.
Kedua orang saksi tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik KPK di Mako Brimob Polda Papua di Jayapura pada Selasa (11/52021).
Keduanya yakni Direktur PT.Kuala Persada Papua Nusantara Mohammad Ilham Danto dan Kasubbag Keagamaan Bagian Kesra Setda Mimika Melkisedek Snae.
Namun, belum ada laporan apakah mereka memenuhi panggilan atau tidak.
"Kami akan menginformasikan perkembangannya lebih lanjut, " kata Jubir Fikri dilansir dari Antara.
Diketahui, dugaan kasus korupsi pembangunan Gereja Kingmi di Mile 32, Mimika, Papua, tahun anggaran 2015, hingga kini masih dalam penyelidikan KPK.
Pembangunan gereja tersebut menelan anggaran sebesar Rp160 miliar. Lebih dari 30 orang saat ini telah dimintai keterangannya oleh penyidik KPK.(Antara)
Baca Juga: Rombongan Mobil Kapolres Maybrat Papua Barat Ditembaki usai Bagikan Sembako
Berita Terkait
-
Nasib Hutan Papua jika Burung Cenderawasih Kehilangan Habitat dan Pohon Pakan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Perempuan di Aceh dan Papua Makin Rentan Akibat TNI
-
Synchronize Fest 2026: Barasuara dan Penonton Bersatu Suarakan Isu Karhutla
-
Operasional 16 Bandara di Papua Terganggu Karhutla
-
WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Ribuan Berada di Kawasan Proyek Besar
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG