SuaraBali.id - Bali kembali digegerkan dengan kemunculan 'kelas orgasme'. Kali ini, seorang warga asing atau bule asal Kanada menjadi sorotan karena disebut mengadakan kelas orgasme.
Dilansir dari Beritabali.com, peserta yang berminat akan dikenai biaya sebesar 20 Euro. Acara ini langsung menuai pro dan kontra dari warga setempat.
Kelas orgasme di Bali ini sendiri bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, bule asal Amerika Serikat bernama Andrew Barnes pernah mengadakan acara serupa.
Ia diketahui merupakan seorang guru Tantra. Tantra sendiri merupakan filosofi timur kuno atau filosofi tertua yang menggabungkan tubuh, pikiran, dan jiwa serta mengintegrasikan spiritualitas dalam kehidupan duniawi.
Terkait fenomena bule atau warga asing membuka "kelas orgasme" di Bali, seksolog asal Denpasar, dokter Oka Negara mengatakan, edukasi tentang orgasme atau seksologi, sebaiknya dilakukan dengan kaidah ilmu pengetahuan dan norma-norma yang benar.
"Itu artinya, edukasi diberikan oleh orang yang paham, menguasai permasalahan, dan kompeten. Bisa seorang pengajar dengan pendidikan yang cukup, atau bersertifikat yang diakui organisasi yang legal. Tentu saja juga dengan cara atau metode pengajaran yang tidak melanggar nilai-nilai dan norma sosial dan masyarakat," ujarnya, Sabtu (8/5/2021).
Apakah edukasi seksual mempelajari orgasme dapat diajarkan?
"Tentu saja boleh. Mempelajari seksualitas manusia, itu sudah dilakukan sejak lama dalam konteks mempelajari ilmu seksologi. Ilmu seksologi malah menarik minat banyak orang dan ahli untuk terus menggali hal-hal baru untuk dijadikan sebuah pengetahuan baru. Ilmu seksologi sejak jaman pra-modern hingga hai ini selalu berkembang. Misalnya mencari tahu penyebab masalah seksual dan kemudian menemukan solusi penanganannya, terus berkembang," jelasnya.
Kata Oka, mempelajari seksologi termasuk orgasme tentu diperbolehkan. Apalagi orgasme adalah hak seksual setiap manusia untuk mendapatkannya dalam siklus respon seksualnya secara lengkap, demi mendapatkan kepuasan seksual dalam berhubungan seksual.
Baca Juga: Bule Buka 'Kelas Orgasme', Restoran Ini Dilempari Ribuan Kecoak
"Bagaimana dengan kelas orgasme yang menjadi perhatian kemudian adalah apakah kelas edukasi tentang orgasme itu dilakukan oleh pengajar yang telah memiliki kompetensi dan memiliki kemampuan yang baik dan benar untuk mengajarkan pelatihan seksual? Teknisnya juga apakah sudah menggunakan standar etika dan nilai yang jauh dari kemungkinan terjadi kontak fisik yang berpotensi pelecehan seksual, seperti yang dikhawatirkan sempat terjadi di beberapa kelas serupa pernah terjadi," paparnya.
"Jika semua kaidah ilmiah, profesi, etik, dan norma sosial hingga norma kesusilaan bisa dipenuhi dengan baik dan bertanggung jawab, kelas edukasi seksual bisa dilakukan, malah perlu didukung demi edukasi seksual yang perlu disosialisasikan ke masyarakat, terutama yang membutuhkan. Tetapi jika kaidah ini tidak diindahkan, pengajarnya bukan orang yang berkompetensi dan berkemampuan secara keilmuan di bidang kesehatan seksual, tidak memiliki pendidikan yang benar dan hanya berdasar pengalaman belaka, tidak memiliki afiliasi ke institusi yang resmi dan legal, serta mungkin metode pengajarannya meragukan, serba rahasia, malah berpotensi terjadi pelecehan seksual, sebaiknya memang tidak perlu diikuti, malah sebaiknya dilarang," imbuh Oka.
Berita Terkait
-
Bule Buka 'Kelas Orgasme', Restoran Ini Dilempari Ribuan Kecoak
-
Dua Hari Penyekatan Mudik, 32.815 Kendaraan Diputarbalik
-
Geger Bule Buka 'Kelas Orgasme' di Bali, Langsung Diciduk Imigrasi
-
Dikritik karena Tampil Terbuka, Intip 5 Potret Millen Cyrus Liburan di Bali
-
Wisata Bali: Krama Subak Desa Adat Bedha Laksanakan Ngaben Tikus
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern