SuaraBali.id - Atta Halilintar ditegur KPAI karena thumbnail konten YouTube menjurut ke adegan porno. Judul dan thumbnail videonya di YouTube yang dinilai terlalu vulgar.
Thumbnail video tersebut menunjukkan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah yang sedang melakukan beberapa gerakan yoga.
Keduanya nampak terlihat mesra dengan melakukan posisi gerakan berdua. Tampak juga Aurel duduk di perut Atta Halilintar yang sambil tidur.
Warganet menilai, gerakan Atta dan Aurel terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan penonton YouTube Atta Halilintar yang kebayakan anak di bawah umur.
Gerakan tersebut adalah ketika Aurel duduk di atas perut Atta Halilintar. Pada thumbnail video itu, terdapat tulisan ‘POSISI FAVORITE ATTA AUREL’.
Sementara, di judul tertulis ‘Posisi ATTA AUREL Biar HAMIL’.
Usai thumbnail video itu heboh di media sosial, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) lantas buka suara memberikan tanggapannya.
Ketua KPAI, Susanto mengimbau kepada para konten kreator agar membuat konten yang positif dan ramah anak.
“Kepada para YouTuber handal, kami imbau agar membuat konten yang positif dan ramah untuk anak,” ujar Ketua KPAI Susanto, Kamis (6/5/2021).
Baca Juga: Ini Kata Atta Halilintar saat Jumpa Presiden Sriwijaya FC Hendri Zainuddin
KPAI juga berharap kepada para YouTuber agar tidak membawa narasi-narasi negatif dalam kontennya.
Menurutnya, hal tersebut tidak dibenarkan, mengingat banyaknya penonton yang masih berusia anak-anak.
“Hindari menggunakan narasi-narasi yang mengarah ke hal-hal yang negatif dan belum waktunya dilihat oleh usia anak. Ini tak dibenarkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Susanto berharap kepada para YouTuber agar bisa memberikan contoh yang baik, terutama bagi anak-anak. Ia juga mengatakan agar para YouTuber tak hanya mengejar popularitas saja.
“YouTuber, jadilah contoh terbaik untuk anak, jangan hanya mengejar popularitas kemudian mengorbankan masa depan mereka,” tutur Susanto.
“Jadi YouTuber itu baik, apalagi era saat ini sudah menuju ekonomi digital. Menjadi YouTuber bisa jadi alternatif cita-cita generasi,” sambungnya.
Berita Terkait
-
Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya
-
Eks Chelsea yang Disebut Lebih Hebat dari Cristiano Ronaldo: Jadi Bintang Film Porno Kini Pemerkosa
-
Sekolah Tak Cukup Hanya Menghukum Pelaku Perundungan, KPAI: Harus Awasi Perubahan Perilaku Anak
-
Rentetan Kekerasan Anak Kian Mengkhawatirkan! KPAI Desak Perkuat RUU Pengasuhan
-
Marak Perundungan Anak, DPR Usul UU Khusus Tapi KPAI Beri Catatan Ini
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern