SuaraBali.id - Ustaz Jefri Al Buchori poligami Umi Pipik sebelum meninggal dunia. Hal itu diungkap Umi Pipik sendiri.
Pengumuman Umi Pipik ini mengejutkan semua pihak, termasuk keluarganya. Umi Pipik tidak ingin menceritakan hal tersebut kepada orang-orang di sekitarnya, apalagi publik luas.
Bahkan, keluarga Umi Pipik sendiri baru mengetahui hal ini pasca Uje meninggal. Umi Pipik ingin orang lain mengetahui kehidupan rumah tangganya yang bahagia saja.
“Bahkan keluarga besar saya pun, maaf ya, Uje poligami segala macam, mungkin baru tahu setelah saya cerita saat beliau meninggal dan mereka sempat kaget. Karena memang saya (pikir), ‘Buat apa?’ Kan kita yang jalani, bukan orang lain. Sebisa mungkin orang lain ngerasain yang bahagianya aja,” ujarnya dilansir dari kanal YouTube Venna Melinda pada Kamis (6/5/2021).
Tak hanya itu, Umi Pipik juga sempat menderita tumor kelenjar getah bening.
Lagi-lagi, mantan model tersebut merahasiakan hal itu dari anak-anaknya karena tidak ingin membuat mereka sedih.
“Makanya waktu saya sempet sakit itu, Abidzar kaget yang nemuin itu, ‘Kok enggak pernah cerita?’ Ya buat apa? Memang enggak mau anak-anak jadi kepikiran. Nggak mau anak-anak jadi sedih. Nggak mau anak-anak jadi yang harus akhirnya kerja keras cari uang,” kata dia.
Umi Pipik atau bernama asli Pipik Dian Irawati dipersunting Ustad Jefri Al Buchori pada tahun 1999 dan memiliki empat orang anak, yaitu Adiba Khanza Az-Zahra, Abidzar Al Ghifari, Ayla Azuhro, dan Attaya Bilal Rizkillah.
Tahun 2013 adalah tahun kesedihan bagi Umi Pipik dan keempat anaknya, karena, tepatnya Jumat, tanggal 26 April 2013, suaminya tewas dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai motor Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ yang sedang dikendarai.
Baca Juga: Lirik Lagu Ya Robbana, Duet Ustaz Jefri Al Buchori dan Opick
Dalam kesempatan yang sama, Umi Pipik juga berbagi cerita soal perjalanan hijrahnya hingga caranya dalam mendidik anak. Perempuan bercadar tersebut.
Sebelum menikah, Umi Pipik adalah cover girl majalah remaja Aneka pada tahun 1995-1997. Setelah dipersunting Ustad Jefri Al Buchori, Umi Pipik lebih memilih mengurus rumah tangga.
Setelah menikah, Umi Pipik pernah beberapa kali berduet dengan suaminya dalam lagu Sholawat Badar dan Thola'al Badru[1]. Tahun 2010, Umi Pipik tergabung dalam Fatimah Voice, sebuah grup lagu rohani yang berisi Pipik Dian Irawati, Puput Melati, dan Nia Paramitha.
Setelah suaminya meninggal, Umi Pipik berupaya untuk melanjutkan karier suaminya sebagai pendakwah. Umi Pipik pernah beberapa kali mengisi pengajian dan sekarang menjadi juri di Akademi Sahur Indonesia Junior 2014.
Berita Terkait
-
Singgung Kisah Hijrah Uje, Abidzar Al Ghifari Bela Jefri Nichol yang Dicibir Tak Layak Umrah
-
Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
-
Sosok Ustaz Jefri Al Buchori "Hadir" di Momen Kelahiran Anak Pertama Adiba Khanza
-
Egy Maulana Vikri dan Adiba Khanza Umumkan Kelahiran Anak Pertama
-
Ada Tujuan Tersembunyi di Balik Penunjukan Dinar Candy Sebagai Ketua Pengajian Umi Pipik
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern