SuaraBali.id - Evelin Nada Anjani lepas hijab. Evelin Nada Anjani buka hijab merasa banyak yang membicarakan. Bahkan Evelin Nada Anjani mengaku banyak yang memprotesnya dengan penampilan barunya itu. Evelin Nada Anjani singgung ganti kelamin.
Namun di balik Evelin Nada Anjani lepas hijab, dia memang selama ini buka tutup hijab. Sebab Evelin Nada Anjani baru 2 bulan belakangan belajar memakai hijab.
Evelin Nada Anjani juga tak menampik jika kerap masih buka-tutup hijab dalam berbagai kesempatan.
“Aku masih belajar sih, enggak mau muluk-muluk gimana-gimana. Aku pun jujur, selalu bilang kok aku masih buka tutup. Enggak bisa bilang aku bakal terus pakai (hijab). Aku enggak mau sesumbar aja,” ujarnya dilansir dari kanal YouTube Mata AO pada Senin (3/5/2021).
Kerap dianggap labil dalam berhijab, Evelin Nada Anjani mengaku sering mendapatkan komentar negatif dari warganet.
“Banyak sih yang komentarin buka-tutup buka tutup, katanya labil apa lah, cuman menurut aku sih masih mending aku mau mencoba daripada enggak sama sekali,” kata Evelin Nada Anjani.
Perempuan berusia 29 tahun tersebut juga menyinggung soal masa lalunya.
Seperti diketahui, Evelin Nada Anjani pernah ingin menjadi laki-laki dan melakukan suntik hormon yang menyebabkan suaranya mirip pria.
Berangkat dari masa lalunya tersebut, Evelin Nada Anjani berharap agar warganet mendukung perubahan yang sekarang tengah dilakoninya.
Baca Juga: Wanita Beli Jilbab Kekinian Buat Lebaran, Pas Datang Malah Bentuknya Begini
“Followers aku sih baik-baik cuman ada orang yang ngomong seperti itu… Apalagi orang itu tau latar belakang aku dari yang mana. Dari yang bener-bener sudah dibilang menyalahkan kodrat kan, walaupun enggak ganti kelamin. Dari situ, aku mau berusaha aja harusnya didoain aja jangan ngomongnya ‘mending enggak sekalian’,” kata Evelin Nada Anjani.
Evelin mengklaim tak ada paksaan ataupun dorongan untuk memakai hijab dari orang-orang sekitarnya.
“Karena emang udah saatnya belajar. Umur aku udah 29 tahun. Suatu saat memang kita wajib harus pakai hijab ya, tapi kan aku juga masih belajar-belajar,” papar Evelin Nada Anjani.
Dalam kesempatan yang sama, Ayah Evelin Nada Anjani juga mengaku senang dan penampilan baru sang anak.
“Yang pasti seneng banget ya, ada arahnya yang lebih baik Inshaallah. Dengan adanya perubahan ini berarti kan perubahan yang positif ya, seneng aja,” katanya.
Pasca bercerai dengan Aming, ayah Evelin tak ingin menjodohkan putrinya dengan lelaki pilihannya.
Berita Terkait
-
Wajah Oval Berhijab Makin Cantik dengan 5 Model Kacamata Ini, Anti Pusing dan Tetap Stylish!
-
5 Parfum Hijab yang Wanginya Segar dan Tahan Lama, Mulai Rp14 Ribuan
-
Ketika Hijab Terasa Berat: Panduan Hati bagi Muslimah yang Sedang Berproses
-
Clara Shinta Akhirnya Buka Suara soal Foto Viral Tanpa Hijab: Hanya Dilakukan di Kamar
-
5 Masker Rambut yang Ampuh Atasi Rambut Rusak untuk Wanita Berhijab
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten
-
Proyek Rumah Sakit di Denpasar Terbakar, 2 Korban Dirawat Intensif
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Warga NTB Mulai Krisis Air Bersih