SuaraBali.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut berupaya mencegah terjadinya stunting di Kabupaten Badung, Bali. Hal itu dilakukan dengan melaksanakan kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI serta Dinas Perikanan Badung.
Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Berny A. Subki mengatakan, kegiatan Safari Gemarikan merupakan kampanye meningkatkan konsumsi ikan yang bertujuan menaikkan kesehatan dan gizi masyarakat dalam rangka mendukung program prioritas penanganan stunting.
"KKP melalui kegiatan ini berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kandungan gizi dan manfaat ikan bagi pertumbuhan dan kecerdasan," katanya dilansir dari Antara.
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan yang juga dilaksankan dalam rangka meningkatkan Angka Konsumsi Ikan (AKI) Nasional serta meningkatkan gizi dan derajat kesehatan masyarakat selama pandemi Covid-19.
"Kami sangat mendukung kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan karena ikan mudah didapat, dagingnya memiliki kualitas gizi yang sangat baik dalam meningkatkan imun tubuh dan kualitas kesehatan masyarakat," katanya.
Dia menyampaikan, untuk mendukung AKI Nasional pihaknya telah meluncurkan aplikasi Fish Go/Juk Be untuk para nelayan guna mendorong peningkatan angka konsumsi ikan.
"Harapannya terjadi peningkatan kuantitas hasil produksi tangkapan ikan laut di Kabupaten Badung. Dengan aplikasi Juk Be, nelayan kami tidak lagi wara wiri di tengah laut mencari ikan karena dengan aplikasi ini, nelayan bisa langsung menangkap ikan di spot-spot dimana ikan itu berada," katanya.
Giri Prasta menambahkan, pihaknya juga telah meluncurkan program Gerakan Badung Sehat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (Garbasari) sebagai bentuk inovasi guna mendukung kebijakan pencegahan stunting yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, Garbasari merupakan suatu gerakan yang sinergis dan berkelanjutan yang melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah dalam upaya mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Baca Juga: Golongan Anak Paling Berisiko Stunting dan Berita Kesehatan Populer Lainnya
"Mudah-mudahan di Badung tidak ada yang stunting. Dan ini mungkin yang menjadi pantauan DPR RI dan Kementerian KKP bagaimana kita sudah menjalankan perintah undang-undang yang ditetapkan Bapak Presiden," ungkapnya.(Antara)
Berita Terkait
-
Fakta Penting Stunting dan Upaya Nyata Mengatasinya
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
KKP Kerahkan 1.142 Taruna ke AcehSumatra, Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026